Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SENSING, SEIZING DAN RECONFIGURING: KEMAMPUAN UTAMA DAN RUTINITAS ORGANISASI UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, DI NEGARA BAGIAN TERANGGANU DARUL IMAN, MALAYSIA Wahyudi, Septian; Suri, Dia Meirina; Munir, Abdul; Wan Mohd Adzim Bin Wan Mohd Zain
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4065

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pengrajin batik di Terengganu dalam menghadapi tantangan globalisasi dan adaptasi teknologi modern. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan daya saing batik Terengganu di pasar global. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan Dynamic Capability, yang melibatkan tiga tahapan utama: sensing (pengenalan peluang pasar), seizing (pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital), dan reconfiguring (restrukturisasi operasional). Program ini melibatkan pelatihan dan pendampingan intensif dalam pengembangan desain modern, adopsi teknologi ramah lingkungan, pemasaran digital, serta pembentukan ekosistem kolaborasi antara pengrajin, asosiasi, pemerintah, dan akademisi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas pengrajin dalam mengenali tren pasar, efisiensi produksi melalui teknologi baru, serta strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Selain itu, terbentuk kelompok kerja yang berfokus pada pengembangan desain, pemasaran, dan keberlanjutan usaha. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses teknologi dan resistensi terhadap perubahan, pendekatan persuasif dan pelatihan tambahan berhasil mengatasinya. Kesimpulannya, program ini tidak hanya meningkatkan daya saing pengrajin batik di pasar global, tetapi juga mendorong keberlanjutan sosial dan lingkungan melalui inovasi produk serta pelestarian budaya lokal.