Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI INOVASI ALAT TANAM BENIH BERBASIS PIPA PVC UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENANAMAN DI KP. CIPANON, DESA TANJUNGJAYA, KECAMATAN PANIMBANG, KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN Hasryningsih Asfar, Andi; Mahwi, Shelina; Nabilah, Najla; Muhammad Frihas, Fathir; Saripan; Fazri, Deni; Mahendra, Yoga
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4894

Abstract

Pertanian merupakan sektor utama bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun, petani di Kampung Cipanon, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, masih menghadapi kendala rendahnya efisiensi penanaman benih yang dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan pemborosan waktu, tenaga kerja, serta ketidakseragaman jarak dan kedalaman tanam yang berimplikasi pada rendahnya produktivitas. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa KKN Universitas Bina Bangsa berupaya menghadirkan solusi melalui inovasi alat tanam benih berbasis pipa PVC yang sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan petani dalam analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, hingga evaluasi alat. Proses pembuatan alat melibatkan pemotongan pipa PVC berbagai ukuran, pemasangan pegas dan batang kayu sebagai mekanisme pendorong, serta tabung penampung benih dari pipa berdiameter 2 inch. Hasil uji coba menunjukkan bahwa alat ini mampu menekan waktu penanaman 100 lubang dari 45 menit dengan 2 tenaga kerja menjadi 20 menit dengan 1 tenaga kerja. Selain efisiensi, kualitas tanam lebih seragam sehingga mendukung pertumbuhan tanaman optimal. Program ini juga berdampak pada pemberdayaan petani karena mereka dilibatkan langsung dalam perakitan dan penggunaan alat, sehingga mampu mengembangkan keterampilan teknis dan kemandirian. Dengan biaya pembuatan kurang dari Rp150.000, inovasi ini terbukti layak, ekonomis, serta berpotensi direplikasi di wilayah agraris lainnya. Kesimpulannya, inovasi alat tanam berbasis pipa PVC mampu meningkatkan efisiensi penanaman, mendukung produktivitas pertanian, dan memperkuat keberdayaan masyarakat petani.