Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Da’wah Television From The Perspective Of Islamic Media: A Theoretical Framework Of Ownership, Content, Management, Product, And Goal Mohammad Rofiq; Samsuriyanto Samsuriyanto
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i2.5927

Abstract

This study aims to formulate a comprehensive theoretical framework for da’wah television by integrating the dimensions of ownership, management, content, product, and goal. This synthesis is designed to provide a systematic academic standard for validating da’wah television claims and bridging the gap between operational management practices and the mission of socio-religious transformation. The research employs a constructivist-interpretive paradigm within a qualitative research design, utilizing a library research approach and a systematic literature review strategy. Data were gathered from major academic databases until late 2025 to ensure the inclusion of the most recent academic discussions. The data were analyzed using Qualitative Content Analysis, adapting the interactive analysis model by Miles, Huberman, & Saldaña (2014) to bridge Islamic normative ideals with media industry realities. The results obtained indicate that a robust da’wah television framework requires a circular integration where ownership influences management, which then dictates the quality of content and product, ultimately leading to the fulfillment of the goal. This cyclical flow ensures that the final media product serves as a tool for social change rather than a mere commodity, while the goal fulfillment feeds back into ownership values. The study contributes significant conceptual enrichment by providing a rigorous analytical vocabulary for Islamic media studies and explicitly mapping the tension points between religious idealism (e.g., peace journalism) and market realities (e.g., sensational conflict journalism). Although limited by the absence of primary empirical data, this theoretical framework establishes a vital foundation for future empirical validation in the modern broadcasting landscape.
Dari Komunikasi Islam ke Manajemen Korporasi: Kerangka Konseptual Etika Pengelolaan Zakat dan Wakaf Samsuriyanto Samsuriyanto; Andina Firmandari Imani
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Vol 3 No 2 (2026): Edisi 5
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/hasina.v3i2.2665

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pergeseran paradigma komunikasi dari akhlak personal ke manajemen korporasi, serta merumuskan kerangka konseptual etika komunikasi Islam bagi lembaga pengelola zakat dan wakaf demi memulihkan kepercayaan publik. Metode riset menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan mendalam. Data sekunder dikumpulkan secara sistematis dari basis data Google Scholar. Validitas konseptual naskah dijamin melalui teknik triangulasi teori, sedangkan analisis data menerapkan metode analisis isi kualitatif model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai Komunikasi Islam ke dalam struktur korporasi berhasil membentuk sistem komunikasi lingkaran tertutup (closed-loop communication system) yang akuntabel. Melalui rekonseptualisasi fungsional, 7 prinsip utama komunikasi Islam berhasil ditransformasikan menjadi instrumen manajerial praktis. Pertama, prinsip keikhlasan diwujudkan sebagai motivasi kelembagaan tanpa benturan kepentingan privat. Kedua, prinsip kejujuran diimplementasikan dalam bentuk transparansi finansial melalui laporan keuangan terbuka. Ketiga, prinsip kebersihan ditransformasikan menjadi akuntabilitas tata kelola dan audit kepatuhan syariah. Keempat, prinsip kebahagiaan diwujudkan melalui pelaporan dampak sosial penyaluran dana secara berkala. Kelima, prinsip ketelitian diterapkan sebagai aspek kehati-hatian operasional dan verifikasi ketat mustahik. Keenam, prinsip keadilan diwujudkan lewat kesetaraan distribusi akses prioritas asnaf. Ketujuh, prinsip kesabaran diimplementasikan melalui penyediaan infrastruktur layanan pengaduan dan manajemen keluhan yang responsif. Kesimpulannya, pergeseran paradigma komunikasi dari dimensi akhlak personal-spiritual menuju sistem institusional-struktural korporasi merupakan solusi strategis yang efektif untuk menekan komersialisasi berlebih, mencegah asimetri informasi, serta mengoptimalkan dampak sosial filantropi Islam secara berkelanjutan di era digital modern ini.