Penelitian ini dilatar belakangi dari fenomena menurun karakter dan sikap toleran di kalangan generasi muda yang menjadi isu krusial dalam dinamika kehidupan sosial saat ini. Perkembangan teknologi, arus informasi yang tidak terfilter, serta minimnya pendidikan karakter yang aplikatif menjadi faktor dominan yang memengaruhi perilaku intoleran, individualistik, dan kurang empati antar generasi muda. Salah satu penyebab utamanya adalah pemahaman keagamaan yang semakin eksklusif. Moderasi beragama sebagai solusi mendorong sikap toleran, inklusif, dan penghargaan terhadap perbedaan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dalam kurikulum merdeka. SMAN 1 dan MAN 1 Ponorogo merupakan sekolah umum dan juga sekolah berbasis madrasah yang didalamnya terdapat beragam kepercayaan pada peserta didik maupun pendidiknya. SMAN 1 dan MAN 1 Ponorogo sudah menerapakan P5 sejak tahun 2022/2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi P5 di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo, Nilai-nilai moderasi beragama yang diarusutamakan melalui P5 di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo, dan bagaimana implikasi dari pengarusutamaan nilai-nilai moderasi beragama melalui P5 dalam membentuk generasi yang inklusif dan berakarakter di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan kualiatatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sekolah telah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam berbagai tema P5, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 mampu menjadi media yang efektif dalam mengarusutamakan nilai-nilai moderasi beragama yang dapat membentuk sikap toleransi, keterbukaan, serta semangat kebhinekaan sesuai dengan nilai karakter profil pelajar pancasila.