Program Takhasus di Madrasah Miftahul Huda Mayak merupakan program yang memiliki keunikan yaitu memiliki program utama yaitu pengajaran kitab-kitab kuning yang mu’tabaroh hasil ijtihad ulama’-ulama’ besar Islam untuk memperluas ilmu pengetahuan santri yang berhubungan dengan ilmu keagamaan yang sudah diatur oleh madrasah, dan memiliki program penunjang yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang bersifat mingguan, bulanan, tahunan dan kondisional yang diatur secara sistematis oleh organisasi Ikatan Santri Takhasus (Iksant). Penulisan ini dilatar belakangi oleh anggapan bahwa tidak semua santri atau lulusan pesantren akan menjadi kyai atau ulama, namun terjun ke pekerjaan di bidang lain, maka keahlian-keahlian seperti pendidikan keahlian dan keterampilan yang merupakan bagian dari skill perlu diberikan kepada santri sebelum santri terjun ke masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan, mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan program Takhasus di Madrasah Miftahul Huda Mayak Ponorogo, dan mengetahui implikasi program Takhasus dalam meningkatkan keterampilan santri di Madrasah Miftahul Huda Mayak. Metode penelitian yang digunakan adalah penulisan kualitatif dengan jenis penulisan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Mattew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Takhasus di Madrasah Miftahul Huda Mayak melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, dan implikasi program kerja Takhasus dalam meningkatkan keterampilan santri adalah adanya peningkatan soft skill dan hard skill.