Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Pembelajaran Tahfizul Qur’an Di MTsN 3 Ponorogo Era Pandemi Covid-19 muhammad sholikin sholikin; Dhinuk Puspita Kirana
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 2 No. 02 (2022): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v2i02.1219

Abstract

Menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang sederhana dan tidak bisa dilakukan kebanyakan orang tanpa meluangkan waktu khusus. MTsN 3 Ponorogo merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran Tahfizul Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) Perencanaan Pembelajaran tahfiz di MTsN 3 Ponorogo. (2) Pengorganisasian Pembelajaran tahfiz di MTsN 3 Ponorogo (3) Pelaksanaan Pembelajaran tahfiz di MTsN 3 Ponorogo. (4) Evaluasi Pembelajaran tahfiz di MTsN 3 Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan proses pengumpulan data dan analisis data penelitian ini menghasilkan temuan bahwa dalam Perencanaan Manajemen Pembelajaran Tahfizul Qur’an di MTsN 3 Ponorogo yakni komponen Standar Kompetensi atau Kompetensi Inti belum dicatumkan, pengorganisasian pembelajaran Tahfizul Qur’an dalam memberikan fasilitas kelengkapan pembelajaran, kedudukan guru untuk menentukan dan mendesain dalam pembelajaran sesuai dengan Konsekuensi dari Surat Keputusan Kepala Madrasah, pelaksanaan pembelajaran Tahfiẓul Qur’an dilakukan secara daring dengan memanfaatkan akses internet, menggunakan media handphone melalui pesan group whatsApp, Hasil evaluasi program pembelajaran Tahfiẓ Al-Qur’an terkait Perencanaan, organisasi, pelaksanaan dan evaluasi ada yang terlaksana dengan baik ada juga yang belum dan akan melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Dan Pengunaan internet melalui pesan group whatsApp di MTsN 3 Ponorogo juga memiliki dampak positif dan negatif bagi guru maupun siswa.
Learning Management System dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo Ponorogo Mujib Nur Kholik Mujib Nur Kholik; Muhammad Thoyib; Dhinuk Puspita Kirana
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 3 No. 02 (2023): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v3i02.2257

Abstract

Learning management system (LMS) merupakan satu dari sekian media yang dapat diterapkan pada pelaksanaan pembelajaran. Madrasah Diniyah (Madin) wustho Darul Falah sebagai lembaga pendidikan sudah mulai menerapkan LMS sebagai adaptasi dari program digitalisasi yang sedang terjadi. Namun, LMS ini dalam pelaksanaanya masih belum maksimal karena terjadi beberpa indicator yang menunjukkan kelemahan pasca penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan learning management system dalam pembelajaran kitab kuning di madrasah diniyah wustho darul falah dengan fokus pembahasan: 1. Perencanaan LMS, 2. Pelaksanaan Pembelajaran dengan LMS, 3. Dampak Pelaksanaan LMS. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama: perencanaan pembelajaran kitab kuning dengan LMS dilakukan dengan merencanakan pembuatan program LMS dan merencanakan pembelajaran dengan menggunakan LMS. Dalam perencanaan ini pihak Madin membuat tim IT yang bekerja sama dengan programmer untuk pembuatan LMS. Pemasukan kitab kuning dan pembuatan aplikasi benar-benar dilakukan secara langsung tanpa download di situs penyedia aplikasi. Sedangkan untuk perencanaan pembelajarannya pihan Madin mengidentifikasi tujuan perencanaan pembelajaran, penyesuaian tujuan, pemngembangan program dan evaluasi program. Kedua: pelaksanaan pembelajaran kitab kuning dengan LMS yang dilakukan dengan penerapan apersepsi, pendekatan pembelajaran, penggunaan metode dan media pembelajaran yang dilakukan dengan inovasi dan kreatifitas masing-masing asatidz. Ketiga: dampak pelaksanaan pembelajaran kitab kuning yang terjadi, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif pelaksanaan tentu perlu ditingkatkan, sedangkan dampak negatif seperti kurangnya teknologi penunjang, kurangnya interaksi social serta kurangnya pengawasan perlu dievaluasi sebagai penentu kebijakan keberlangsungan penggunaan LMS pada pembelajaran kitab kuning di Madin Wustho Darul Falah.
Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Pendidikan Al-Ghozali Private Course Center (APCC) Ponorogo Rindy Lifia DF; Mukhibat; Dhinuk Puspita Kirana
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 3 No. 02 (2023): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v3i02.2336

Abstract

Lembaga Pendidikan Al-Ghozali Private Course Center Jetis Ponorogo ini sangat mengutamakan kualitas dan keprofesionalan gurunya dalam mengajarkan siswa di rumah. Pengembangan guru secara konsisten adalah hal yang harus dipertahankan dan disamakan antara guru satu dengan guru yang lain, baik menyangkut latar belakang pendidikannya maupun menyangkut metodologis dan penguasaan strategi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Penelitian ini menghasilkan temuan:1) Prinsip yang dimiliki oleh APCC adalah semakin banyak job maka akan semakin sejahtera dan totalitas. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga informasi lowongan disebarkan di WhatsApp staf guru dan Instagram APCC. Dalam akun tersebut terdapat dokumentasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh APCC. Setelah memenuhi pemberkasan maka akan diinterview terlebih dahulu. Tahap selanjutnya akan ada pengenalan APCC terkait prosedur dan ciri khas paten yang dimiliki oleh APCC. Guru yang diterima akan diberikan lokasi private yang sesuai dengan alamat domisili. 2) Bentuk pengembangan pendidik melalui coaching conseling, mentoring, motivating, dan empowering. Dilihat dari proses mengajar, guru harus menerapkan metode funny learning, drilling method dan learning by doing serta memberikan rewarding kepada siswa yang kurang fokus.