Peningkatkan mutu pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di madrasah dan mengurangi kecenderungan peserta didik bermain gadged/handphone pada saat dirumah, MIN 5 Ponorogo melakukan pembelajaran dan penerapan tahfidz dalam meningkatkan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an baik guru maupun peserta didik menggunakan manajemen strategi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) Perumusan strategi dalam peningkatan mutu program tahfidz di MIN 5 Ponorogo. (2) Pelaksanaan strategi dalam peningkatan mutu pembelajaran tahfidz di MIN 5 Ponorogo. (3) Evaluasi Strategi dalam peningkatan mutu pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di MIN 5 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisa data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1). Perumusan strategi dalam peningkatan mutu pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di MIN 5 Ponorogo meliputi perumusan pengembangan visi, misi dan penentuan tujuan target pembelajaran tahfidz, analisis lingkungan internal dan eksternal dalam perumusan Program Semester (PROMES) dalam peningkatan mutu pembelajaran. Hasil perumusan strategi di antaranya yakni: Upgrading Materi Pembelajaran Tahfidz, Penentuan media ajar dengan murojaah guru tahfidz, Sosialisasi dan Seminar evaluasi guru tahfiz dalam menggunakan metode mengajar bersama Ummi Daerah. (2). Pelaksanaan strategi dalam peningkatan mutu pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di MIN 5 Ponorogo yakni Upgrading guru dalam materi pembelajaran tahfidz menggunakan beberapa model metode menghafal Al-Qur’an seperti setoran kepada guru tahfiz dengan metode Bi-nadzar, Metode sambung ayat dan Metode Tahfidz (Bil Ghoib). (3). Evaluasi strategi dalam peningkatan mutu pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di MIN 5 Ponorogo dilakukan dengan evaluasi internal, eksternal dan tindakan korektif. Evaluasi internal meliputi Perbaikan dan penguatan mutu kompetensi tim tahfidz langsung dari trainer sedangkan evaluasi eksternal meliputi perbaikan target tahfidz sampai memwisudakan peserta didik tahfidz, terakhir yakni tindakan korektif meliputi perbaikan mengajar dan menyamakan persepsi dalam mengajar.