Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Kompetensi Profesional Guru, dan Peran Komite terhadap Mutu Pendidikan Anis Istikayani; Ahmadi; Andhita Dessy Wulansari
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. 02 (2024): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v4i02.3702

Abstract

Mutu pembelajaran yang mengalami penurunan di beberapa lembaga pendidikan menegah pertama dapat mempengaruhi mutu pendidikan, sebagaimana yang terjadi pada SMP Negeri se-Kecamatan Ponorogo. Mutu pembelajaran berada pada kategori sedang dan mengalami penurunan rata-rata dengan nilai sebesar 0,54 dari tahun 2023. Faktor mutu pendidikan di antaranya sistem informasi manajemen pendidikan, kompetensi profesional guru, dan peran komite. Tujuan dari penelitian diantaranya untuk m signifikansi pengaruh 1) sistem informasi manajemen pendidikan terhadap mutu pendidikan, 2) kompetensi profesional guru terhadap mutu pendidikan, 3) peran komite terhadap mutu pendidikan, 4) sistem informasi manajemen pendidikan, kompetensi profesional guru, dan peran komite terhadap mutu pendidikan. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian ialah guru SMP Negeri se-Kecamatan Ponorogo yang berjumlah 236 guru, melalui rumus Slovin didapatkan sampel berjumlah 162 responden. Pengambilan data menggunakan angket, dimana data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji regresi linier berganda. Hasil analisa menunjukkan bahwa adanya signifikansi pengaruh 1) sistem informasi manajemen pendidikan terhadap mutu pendidikan sebesar 34,7%, 2) kompetensi profesional guru terhadap mutu pendidikan sebesar 27,5%, 3) peran komite terhadap mutu pendidikan sebesar 26,8%, 4) sistem informasi manajemen pendidikan, kompetensi profesional guru, dan peran komite terhadap mutu pendidikan sebesar 40,4%.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Penelitian Kualitatif Tentang Mutu Pembelajaran PAI di SMPN 1 Jetis Ponorogo) Khusnul Koyimah; Ahmadi
Edumanagerial Vol. 1 No. 1 (2022): EDUMANAGERIAL: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penulis meneliti atau mengambil judul ini adalah karena penulis memandang pembelajaran merupakan salah satu kegiatan penting dalam pendidikan khususnya di SMPN 1 Jetis Ponorogo. Sebuah pembelajaran yang dimanajemen secara baik akan semakin mudah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kemudian agar mengetahui sejauh mana program-program pembelajaran yang dilaksanakan hingga mampu menjadi sekolah unggulan di kabupaten Ponorogo dan ingin mengetahui program-program pembelajaran pendidikan agama Islam yang diterapkan. Dari hal tersebut, perlu dipikirkan bagaimana cara mengembangkan pembelajaran tersebut agar tercipta mutu pembelajaran pendidikan agama Islam yang baik dan terarah serta dapat menciptakan siswa siswi yang berkepribadian baik, berbudi luhur, yang memiliki nilai-nilai ajaran Islam yang luas. Suatu pembelajaran khususnya pembelajaran PAI tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak adanya pengembangan pembelajaran yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dan subjek dari penelitian ini guru PAI dan siswa di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Data diperoleh dan dikumpulkan dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran PAI di SMPN 1 Jetis dalam penyusunan perangkat pembelajaran PAI terdapat beberapa komponen utama yaitu program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, rancangan perangkat pembelajaran (RPP) dan media pembelajaran. Selain itu, dalam proses pembelajaran di SMPN 1 Jetis terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Selain itu, bahwa dalam upaya mengembangkan pembelajaran PAI di SMPN 1 Jetis guru selain menyampaikan materi di dalam kelas, guru juga lakukan seperti salah satunya dengan mengadakan kegiatan di luar jam sekolah atau kegiatan extrakulikuler yang bernuansa keagamaan seperti halnya tahfid Al-Qur’an. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik memiliki motivasi dan minat terhadap pembelajaran pendidikan agama islam.
Implementasi Kepemimpinan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Diri Dalam Pengembangan Karakter Tanggung Jawab di IAIN Ponorogo Djati Setianing Khayun; Ahmadi
Edumanagerial Vol. 1 No. 2 (2022): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat pengaruh modernitas, budaya menjadi hedonis dan kapitalis, sehingga karakter sebagian besar mahasiswa di perguruan tinggi justru merosot. Demikian pula dalam suatu organisasi, karakter memegang peranan penting bagi kemajuan organisasi, terutama karakter tanggung jawab. Artikel ini menjelaskan implementasi kepemimpinan unit kegiatan bela diri mahasiswa dalam mengembangkan karakter tanggung jawab di IAIN Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan data untuk menarik kesimpulan dari data yang terkumpul. Nilai-nilai karakter tanggung jawab yang dikembangkan di Unit Kegiatan Bela Diri Mahasiswa meliputi karakter tanggung jawab pribadi seperti menjaga harga diri dengan berkata dan berperilaku baik, menepati janji, memiliki komitmen terhadap tugas berupa menjaga sarana prasarana, mengakui segala tindakan saat membuat kesalahan, menepati janji, harus berani mengambil resiko, jujur, amanah, menyampaikan kebaikan, dan cerdas, sedangkan sifat tanggung jawab sosial seperti selalu berkata jujur, menghindari iri hati, adil dan tidak sombong. Implementasi yang diterapkan di Unit Kegiatan Bela Diri Mahasiswa meliputi: program kerja yang terdiri dari sekolah organisasi, TC rutin, dialog spiritual dan memberikan contoh yang baik dengan menunjukkan sikap atau tindakan yang baik dari pengurus sehingga dapat menjadi contoh bagi anggota. Dampak penerapan kepemimpinan dalam mengembangkan karakter tanggung jawab di Unit Kegiatan Mahasiswa Bela Diri yaitu: berdampak positif, karena selain pandai pencak silat juga memiliki sikap karakter yang baik terutama karakter tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun secara sosial dan juga dampak yang dirasakan setiap pergantian masa jabatan dengan peningkatan program kerja yang sebelumnya tidak dilaksanakan menjadi dilaksanakan.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA ERA NEW NORMAL DI SMA BAKTI PONOROGO Dwi Nuryanti; Ahmadi
Edumanagerial Vol. 1 No. 2 (2022): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan di suatu lembaga pendidikan. Pandemi saat ini memaksa lembaga pendidikan mengubah sistem pembelajarannya dan tentunya menata kembali manajemen pembelajarannya. Artikel ini menjelaskan manajemen pembelajaran pada era kenormalan baru di SMA BAKTI Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan data untuk menarik kesimpulan dari data yang terkumpul. Pengelolaan pembelajaran pada era new normal di SMA BAKTI Ponorogo diawali dengan penyusunan perangkat pembelajaran seperti Prota, Promes, silabus, dan guru mata pelajaran menyusun RPP dalam format satu lembar yang mengacu pada kurikulum darurat yang memuat materi, tujuan pembelajaran , metode dan media pembelajaran, serta penilaian hasil belajar. Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dengan pembelajaran tatap muka penuh dengan pengurangan jam pembelajaran dengan mempersiapkan guru untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan mengajarnya melalui IHT (in house training), workshop, dan seminar yang diselenggarakan oleh sekolah. Sebelum pembelajaran dimulai, guru mempersiapkan materi dengan menyesuaikannya dengan metode dan media pembelajaran yang efektif. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran. Kemudian pembelajaran di era new normal dilakukan melalui evaluasi hasil belajar dengan tes formatif dan sumatif serta melalui proses evaluasi yang dilakukan sebulan sekali hingga satu semester sekali dan evaluasi melalui rapat kepala sekolah dan guru mata pelajaran yang diadakan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. Hasil pembelajaran yang dilakukan menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di era baru masih ditemukan beberapa kendala namun tidak meningkatkan kualitas pembelajaran yang dibuktikan dengan prestasi yang dicapai siswa dimana dalam 2 tahun pandemi ini tidak sedikit. mahasiswa lolos seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang diadakan di tingkat nasional.