Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI INOVATOR DALAM MENINGKATKAN INNOVATIVE WORK BEHAVIOR GURU PENDAMPING KHUSUS DI MIT AL-MADINAH PONOROGO Esti Felailiana; Muhammad Thoyib
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.5179

Abstract

Heterogenitas dan keberagaman di sekolah inklusi menjadikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) sangat krusial, terutama dalam mengakomodasi kebutuhan peserta didik. Namun, tantangan utamanya adalah kurangnya kesiapan guru dalam memilih sumber dan metode pembelajaran yang sesuai dengan heterogenitas kelas. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengembangkan perilaku kerja inovatif atau Innovative Work Behavior (IWB). Dari berbagai faktor yang memengaruhi IWB, kepemimpinan menjadi salah satu aspek terpenting. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif, didukung oleh kecerdasan emosional guru, memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di lingkungan pendidikan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang datanya diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Strategi kepala madrasah dalam menjalin komunikasi yang harmonis dapat dicapai melalui pendekatan personal dan kepemimpinan humanis, menciptakan hubungan kerja yang setara dan suportif melalui penyediaan ruang pertemuan rutin yang partisipatif, responsif serta kolaboratif. (2) Keterampilan kepala madrasah dalam menciptakan gagasan baru dapat dicapai melalui penerapan pendekatan bottom-up model, memfasilitasi akses terhadap berbagai sumber belajar, serta memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan kompetensi GPK. (3) Kemampuan kepala madrasah dalam mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dapat dicapai dengan melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap modul pembelajaran, memperkuat struktur kolaboratif dengan mendelegasikan peran, serta menyederhanakan kurikulum ajar berdasarkan kebutuhan individual siswa.