Transformasi kompetensi guru di era digital menuntut penguatan kompetensi profesional, sosial, dan digital secara terintegrasi. Namun demikian, praktik supervisi akademik di banyak satuan pendidikan masih cenderung bersifat administratif dan evaluatif, sehingga belum sepenuhnya mendorong refleksi profesional, pengembangan relasi sosial, serta kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran digital. Selain itu, kajian sebelumnya umumnya membahas supervisi akademik secara terpisah dari penguatan kompetensi sosial dan integrasi teknologi, sehingga menyisakan kesenjangan penelitian yang perlu dijawab. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran supervisi akademik berpendekatan humanistik dalam mentransformasi kompetensi guru di era digital serta merumuskan kerangka konseptual supervisi yang bersifat integratif dan transformatif. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review berbasis PRISMA dengan menganalisis 10 artikel ilmiah dan sumber akademik relevan yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Sumber data diperoleh dari database Scopus, jurnal terindeks Sinta, dan Google Scholar. Analisis data dilakukan melalui analisis isi tematik dan sintesis kritis untuk mengidentifikasi pola temuan, kesenjangan penelitian, serta kontribusi teoretis supervisi akademik humanistik terhadap penguatan kompetensi guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik humanistik yang ditandai dengan empati, komunikasi dialogis, refleksi kolaboratif, dan kemitraan profesional mampu memperkuat kompetensi profesional dan sosial guru, sekaligus meningkatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual Supervisi Akademik Humanistik Digital yang mengintegrasikan nilai humanistik, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Kerangka ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model supervisi akademik yang lebih reflektif, humanis, dan relevan dengan tuntutan pendidikan di era digital