Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Waspada Anemia pada Lansia dengan Pemeriksaan Hemoglobin dan Hematokrit di Panti Werdha Hana Ernawati Ernawati; Alexander Halim Santoso; Axsel Harsono; Anak Agung Ngurah Putrayoga Amertha
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i1.6174

Abstract

Anemia is a common hematological condition characterized by decreased hemoglobin levels or red blood cell counts, which affects the blood's capacity to transport oxygen throughout the body. In the elderly, anemia has a significant impact on health, such as decreased physical function, increased risk of falls, cognitive impairment, and increased health care costs. The global prevalence of anemia in the elderly is quite high, ranging from 5–10% at the age of 65–70 years and increasing to 15–25% at the age of over 80 years. The Community Service Program (PKM) at Panti Werdha Hana aims to increase awareness of the elderly regarding the importance of early detection of anemia. This activity uses the Plan-Do-Check-Act (PDCA) method, where hemoglobin and hematocrit levels are measured, and educational materials are provided regarding anemia and its risk factors. Respondents who have hemoglobin levels below normal are advised to seek further medical consultation. The results showed that 34 people (44.74%) had anemia and 42 people (55.26%) had normal hemoglobin levels. Early detection of anemia through hemoglobin and hematocrit examination is an important step in reducing the risk of more severe complications, so that it can improve the quality of life of the elderly.. Keywords: Anemia, Early Detection, Hemoglobin, Hematocrit
Peningkatan Kesadaran Kesehatan Fisik melalui Skrining dan Edukasi Kekuatan Genggaman Tangan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat: Enhancing Physical Health Awareness through Education and Handgrip Strength Screening in Kelurahan Kota Bambu, West Jakarta Alexander Halim Santoso; Daneil Goh; Valentino Gilbert Lumintang; Anak Agung Ngurah Putrayoga Amertha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.116

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan fisik merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas hidup, salah satu indikator sederhana yang dapat digunakan adalah kekuatan genggaman tangan. Pengukuran ini tidak hanya mencerminkan fungsi otot lokal, tetapi juga berkaitan dengan kondisi fungsional tubuh secara keseluruhan serta risiko gangguan metabolik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan fisik sekaligus melakukan skrining kekuatan genggaman tangan pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta yang bersedia mengikuti pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan. Metode menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA), mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan genggaman tangan menggunakan dynamometer digital pada tangan kanan dan kiri, serta konseling singkat terkait hasil pengukuran. Hasil: Data pemeriksaan menunjukkan rata-rata kekuatan genggaman tangan kanan 25,28 kg dan tangan kiri 22,25 kg, dengan sebaran yang cukup bervariasi. Distribusi histogram memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kisaran nilai menengah, meskipun terdapat beberapa nilai ekstrem terutama pada tangan kanan. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan ini menegaskan bahwa pemeriksaan genggaman tangan dapat menjadi alat skrining sederhana namun bermakna untuk mendeteksi variasi kapasitas otot dalam masyarakat. Integrasi edukasi dan pengukuran genggaman tangan di tingkat komunitas berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kekuatan otot, sekaligus mendorong penerapan pola hidup aktif untuk mencegah penurunan fungsi fisik di masa depan.