Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Coastal Lab Anak Nelayan di Desa Lasitae Kabupaten Barru: Belajar, Berkarya, Melestarikan Musrayani Usman; Ainun Jariah Yusuf; Andi Annisar Dzati Iffah; Mario Mario; Nadya Elvira; Nur Annisa
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i4.8549

Abstract

The Coastal Lab for Fishers’ Children program was developed to address limited access to non-formal education, the absence of cultural expression spaces, and low ecological literacy in the coastal community of Lasitae Village, Barru Regency. Activities were conducted from June to September 2025 using a Participatory Action Research (PAR) approach that positioned children, parents, community leaders, and volunteers as active subjects from planning through reflection. Core interventions included: interactive reading classes and a marine-themed literacy corner (contextual literacy), art workshops/art corner (maritime cultural expression), and conservation education (simple experiments, a Mini Waste Bank, and coastal campaigns). Evaluation employed pre–post tests, participatory observation, attendance logs, and FGDs, analyzed using descriptive–thematic methods. Findings indicate substantial improvements in knowledge (55.4%→81.5%; ↑46.9%), skills (57.8%→84.3%; ↑45.8%), and community participation (35.4%→79.0%; ↑43.6%). In addition, social capital was fostered, marked by increased family logistical support, learning assistance, and participation in beach festivals and children’s art exhibitions (≥20 works). In the ecological domain, the Mini Waste Bank collected approximately 125 kg of sorted waste in three months and spurred household waste segregation adoption (>70% of respondents). The results affirm that a community-based learning model integrating literacy, arts, and conservation within a PAR framework effectively enhances cognitive, affective, and social outcomes while cultivating ownership and sustainability through village policy. The model is recommended for replication in other coastal villages with strengthened local cadres and triple helix partnerships.
Pemetaan Prioritas Permasalahan Lingkungan Berbasis Data Masyarakat untuk Mendukung Pembangunan Desa Pajukukang Kabupaten Maros Sulham Enggar Hidayat; Andi Annisar Dzati Iffah; Andi Aswan; Siti Sarah; Magfirah Tahrim; Siti Nurhaliza; Nurfitriani Nurfitriani; Andi Muhammad Fatih Farhat
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1960

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan prioritas permasalahan lingkungan berbasis data masyarakat untuk mendukung pembangunan Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka KKN-T 116 DESA PAJUKUKANG Gelombang 116 tahun 2026 melalui penyebaran kuesioner SIDIK, penataan data, analisis deskriptif awal, Focus Group Discussion (FGD) pada 11 Agustus 2026, dan analisis lanjutan menggunakan SPSS. Sebanyak 100 kuesioner valid yang berasal dari warga pada empat dusun dianalisis sebagai baseline partisipatif; responden tidak diposisikan sebagai sampel probabilistik yang mewakili seluruh populasi desa. Karena responden dapat memilih lebih dari satu masalah prioritas, proporsi tiap isu dihitung berdasarkan jumlah responden yang menyebut isu tersebut. Hasil pemetaan menunjukkan air bersih sebagai masalah yang paling banyak disebut (99%), diikuti kekeringan (91%) dan sampah (88%), sedangkan 72% responden memilih ketiganya secara bersamaan. FGD mengonfirmasi relevansi temuan terhadap kondisi lokal dan menerjemahkannya menjadi arah program. Kegiatan menghasilkan peta prioritas lingkungan berbasis masyarakat, matriks rekomendasi yang berfokus pada ketahanan air, adaptasi kekeringan, dan pengelolaan sampah, serta informasi pendukung profil desa. Luaran ini menjadi dasar awal bagi perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran, partisipatif, dan dapat diperbarui secara berkala.