Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunakan Storyline untuk Public Service Obligation di Lembaga Pengelolahan Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Eva Setiyawati; Sisca T. Gurning
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 9 No. 2 (2022): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/2mf3hc55

Abstract

Lembaga pemerintah seperti Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) telah memanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan layanan publik secara efektif. Pemanfaatan media sosial seperti sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, dan MAXstream untuk menyebarluaskan informasi mengenai layanan dan program mereka. Pembuatan konten video Public Service Obligation (PSO) oleh pihak humas melalui proses produksi dengan mengunakan storyline pada pra produksi, yang harus melakukan riset mendalam serta pendekatan berbeda dari praktik jurnalistik tradisional untuk memastikan konten tersebut sesuai dengan kebutuhan layanan publik. Dengan pendekatan metodologi kualitatif, ditemukan fenomena penggunaan storyline dalam mengemas informasi sangat membantu dalam perencanaan liputan lebih matang sesuai dengan kebijakan lembaga pemerintah yang membuat informasi dengan kehati-hatian. 
Efektivitas Penanganan Ujaran Kebencian Berdasarkan Surat EdaranKapolri No. 6/X/2015V Terhadap Gen X, Y dan Z Sisca T. Gurning
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 1 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/xjkt4h13

Abstract

Tingkat ujaran kebencian dalam era digital semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana efektivitas Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/6/X/2015 dalam menangani masalah ujaran kebencian. Perlu juga dipahami apakah peningkatan insiden ujaran kebencian berkaitan dengan generasi Z (Gen Z), yang tumbuh dalam lingkungan teknologi internet dan penggunaan perangkat gadget yang paling aktif dan tak terpisahkan. Selama periode perubahan hukum yang melibatkan pasal 28 UU ITE menuju UU KUHP baru, yaitu UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), teramati bahwa kasus ujaran kebencian terus meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pemahaman  lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan yang signifikan antara penggunaan media sosial oleh Generasi Z dan peningkatan ujaran kebencian. Selain itu, tampak bahwa Surat Edaran Kapolri yang dikeluarkan pada tahun 2015 belum mampu menciptakan perasaan takut atau mengurangi tingkat insiden ujaran kebencian. Meskipun ada perubahan hukum yang mencakup penyaluran pasal 28 UU ITE ke dalam UU KUHP baru, namun terlihat bahwa kasus ujaran kebencian tetap mengalami peningkatan
THE INFLUENCE OF THE INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM ON STUDENTS’ ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT Nurohmat Nurohmat; Dian; Sisca T. Gurning
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) Vol. 12 No. 1 (2025): JEELL Volume 12 Number 1 February 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/jeell.v1201/21

Abstract

The aim of this study is to examine the impact of Indonesia's Independent Learning Curriculum (Merdeka Curriculum) on the English learning achievement of vocational school students in West Jakarta. A quantitative research approach, including standardized English proficiency tests and surveys, was employed to assess the differences in achievement. The results show that students under the Independent Learning Curriculum achieved significantly higher scores in English proficiency, particularly in speaking and writing, compared to those following the previous 2013 curriculum. The improved outcomes are attributed to the curriculum's flexibility, focus on 21st-century skills, and integration of technology. However, successful implementation depends on factors such as teacher quality, school facilities, and stakeholder involvement. This study contributes to the ongoing discourse on curriculum reform and its effects on student learning outcomes in vocational education in Indonesia.
Adaptasi Pembelajaran Jurnalistik Multimedia Berbasis AI pada Mahasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi Sisca T. Gurning; Suradi Suradi; Safudiningsih Safrudiningsih
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 13 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v13i1.11525

Abstract

Artificial Intelligence (AI) technology is developing rapidly and is changing multimedia journalism practice substantially; however, AI technology in higher vocational education curricula encounters different challenges. The purpose of this study is to investigate the student experience through utilising AI in multimedia journalism at an a vocational college. Applying the qualitative approach and adopting a case study methodology, data were generated via open questionnaires with focus group questions, besides direct observations over 48 students that produced news packages from AI – like applications: ChatGPT, Humva, Elevenlabs. Thematic analysis identified five main themes: technical constraints, ethical dilemmas, teamwork patterns, efficiency benefits, and work coordination. The research findings show that although AI improves research and visual production efficiency, students experience significant obstacles in the audio-visual synchronization stage and limited application accessibility. Based on the Cognitive Theory of Multimedia Learning perspective, these obstacles create extraneous cognitive load that diverts students' focus from the substance of journalism to solving technical problems. In addition, a collective ethical awareness emerges, whereby students continue to prioritize manual verification to maintain the integrity of the news. This study concludes that the adaptation of AI in vocational education requires consistent infrastructure support so that this technology can boost productivity without adding to students' mental load.