Ulfa Arkhetafaza
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah AL Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Budaya Religius Madrasah dalam Membentuk Karakter Moderasi Beragama Siswa MI GUPPI Pisang Baru Alfiah Nursangadah Kritia Saputri; Zaenal Arifin; Ulfa Arkhetafaza; Laili Afidah
Edu-MI Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2025): Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Edu-MI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial-keagamaan di era modern menuntut lembaga pendidikan dasar, termasuk madrasah, untuk membentuk karakter siswa yang moderat, toleran, dan berimbang dalam beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya religius madrasah dalam membentuk karakter moderasi beragama siswa di MI GUPPI Pisang Baru. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali secara mendalam praktik pembiasaan religius di madrasah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius di MI GUPPI Pisang Baru diterapkan melalui program harian seperti doa bersama, salat dhuha, tadarus, pembiasaan akhlak, serta kegiatan sosial yang mendorong sikap saling menghargai dan tolong-menolong. Budaya religius ini secara signifikan berkontribusi dalam membentuk karakter moderasi beragama siswa, terutama dalam aspek toleransi, kedisiplinan, anti kekerasan, serta kemampuan berinteraksi secara santun dengan sesama. Guru berperan sebagai teladan utama yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat melalui pembiasaan, bimbingan, dan keteladanan. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya religius madrasah memiliki potensi strategis dalam memperkuat moderasi beragama siswa sejak usia dini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan budaya religius sebagai instrumen pendidikan karakter