Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Budaya Religius Madrasah dalam Membentuk Karakter Moderasi Beragama Siswa MI GUPPI Pisang Baru Alfiah Nursangadah Kritia Saputri; Zaenal Arifin; Ulfa Arkhetafaza; Laili Afidah
Edu-MI Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2025): Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Edu-MI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial-keagamaan di era modern menuntut lembaga pendidikan dasar, termasuk madrasah, untuk membentuk karakter siswa yang moderat, toleran, dan berimbang dalam beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya religius madrasah dalam membentuk karakter moderasi beragama siswa di MI GUPPI Pisang Baru. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali secara mendalam praktik pembiasaan religius di madrasah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius di MI GUPPI Pisang Baru diterapkan melalui program harian seperti doa bersama, salat dhuha, tadarus, pembiasaan akhlak, serta kegiatan sosial yang mendorong sikap saling menghargai dan tolong-menolong. Budaya religius ini secara signifikan berkontribusi dalam membentuk karakter moderasi beragama siswa, terutama dalam aspek toleransi, kedisiplinan, anti kekerasan, serta kemampuan berinteraksi secara santun dengan sesama. Guru berperan sebagai teladan utama yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat melalui pembiasaan, bimbingan, dan keteladanan. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya religius madrasah memiliki potensi strategis dalam memperkuat moderasi beragama siswa sejak usia dini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan budaya religius sebagai instrumen pendidikan karakter
Keteladanan Nabi Ibrahim Bagi Orang Tua Dalam Menanamkan Tauhid Pada Anak Usia Dini (Studi Analisis Tafsir Al-Misbah pada QS Ali 'Imran Ayat 68) Ulfa Arkheta Faza; Nafisatul Mahmudah; Eti Nurmayuni
El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai tauhid pada anak merupakan fondasi utama dalam pembentukan akidah dan karakter Islami. Orang tua memiliki peran strategis dalam proses ini, baik sebagai pendidik pertama maupun teladan utama bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam mengajarkan tauhid berdasarkan pemahaman terhadap QS Ali-'Imran ayat 68, yang menekankan pentingnya mengikuti ajaran Nabi Ibrahim sebagai teladan tauhid murni. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis tafsir tematik ( maudhu'i ). Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur'an dan Tafsir, serta sumber sekunder seperti buku-buku pendidikan Islam dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki tiga peran strategi: (1) menanamkan keyakinan akan keesaan Allah sejak usia dini melalui pengajaran yang sesuai perkembangan anak, (2) memberikan teladan perilaku yang konsisten dengan prinsip tauhid, dan (3) menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung internalisasi nilai-nilai tauhid. Temuan ini mempertegas bahwa QS Ali-'Imran ayat 68 relevan sebagai pedoman orang tua untuk mengarahkan anak pada akidah yang lurus, sekaligus menjadi landasan bagi pendidikan Islam berbasis keluarga di era modern
REKONTRUSKSI PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN KELUARGA ANALISIS GENDER ISLAM TERHADAP KONSEP MADRASAH PERTAMA Ulfa Arkhetafaza; Ardi Antoro; M. Zakian Ifada
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/9pdz0286

Abstract

The family is the primary educational institution for children, playing a significant role in shaping their character and values. In Islam, the phrase “al-umm madrasatul ula” highlights the mother as the child's first school. This paradigm often places the mother as the main educator while the father is seen merely as a breadwinner. As a result, the father's role in family education receives less attention, even though his involvement is crucial for a child’s development. This study aims to reconstruct the father's role as an educator within the family from an Islamic gender perspective, emphasizing the equal responsibility between father and mother. The method used is a qualitative-interpretative literature study, analyzing classical and contemporary literature related to family education, parental roles, and gender perspectives in Islam. The findings indicate that Islam advocates for a fair and balanced division of parenting roles. The father, in addition to being the head of the family, is also responsible for educating, providing spiritual guidance, modeling good character, and meeting the emotional needs of children. The Islamic gender perspective emphasizes equality and justice in parental roles, making both the father and mother equally responsible as the child's "first madrasa." Active father involvement in family education positively contributes to the child’s confidence, emotional intelligence, and moral development.