p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Deliberatif
Bahrur Rosi
Gardapoli

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kepesertaan Pemilu di Indonesia Bahrur Rosi
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini hendak menjawab permasalahan tentang pengaruh konfigurasi kepentingan politik dalam proses pembentukan norma hukum tentang kepesertaan pemilu dalam undang-undang pemilu di Indonesia sejak era orde lama hingga era reformasi. Melalui kajian dengan pendekatan sejarah hukum, terlihat kepentingan politik rezim dan partai penguasa untuk melakukan pembatasan jumlah partai politik peserta pemilu dalam sistem politik otoritarian di era orde baru, yang berbeda dengan praktek di era Orde Lama dan awal era Reformasi. Kehadiran Mahkamah Konstitusi (MK) melalui fungsi constitutional review dapat mencegah upaya pembatasan kepesertaan pemilu di era Reformasi melalui beberapa Putusan yang telah dihasilkannya. Meskipun penyederhanaan jumlah partai politik peserta pemilu dapat dipahami sebagai salah satu upaya untuk mengefektifikan pemerintahan presidensil, namun langkah ini harus dilakukan dengan tetap menjamin hak politik, keadilan dan kesetaraan perlakukan.
Evaluasi Pemilu Serentak Tahun 2024 dalam Perspektif Demokrasi dan Tata Kelola Pemilu di Indonesia Bahrur Rosi
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 2 (2025): Volume
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The 2024 Simultaneous General Election represents the largest and most complex electoral event in the history of Indonesian democracy. For the first time, the elections for President and Vice President, members of the House of Representatives (DPR), Regional Representative Council (DPD), and Regional Legislative Councils (DPRD) at provincial and district levels were conducted simultaneously on a single day. This complexity has significant implications for electoral management, institutional capacity, voter participation, electoral integrity, and democratic consolidation. This article aims to comprehensively evaluate the implementation of the 2024 Simultaneous Election by examining regulatory frameworks, technical administration, the use of electoral technology, law enforcement, and its impact on democratic quality. Employing a qualitative-descriptive approach and policy analysis, this study finds that while the election was successfully conducted nationwide and remained relatively stable, several structural and technical challenges persist that may undermine substantive democracy. Therefore, electoral system reform and institutional strengthening are essential to improving future electoral quality in Indonesia. Keywords: 2024 Simultaneous Election, Electoral Evaluation, Democracy, Electoral System, Indonesia Abstrak Pemilu Serentak Tahun 2024 merupakan penyelenggaraan pemilihan umum terbesar dan paling kompleks dalam sejarah demokrasi Indonesia. Untuk pertama kalinya, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota dilaksanakan secara bersamaan dalam satu hari pemungutan suara. Kompleksitas tersebut membawa implikasi serius terhadap manajemen pemilu, kapasitas penyelenggara, kualitas partisipasi pemilih, integritas proses elektoral, serta konsolidasi demokrasi. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 secara komprehensif dengan menelaah aspek regulasi, teknis penyelenggaraan, pemanfaatan teknologi, penegakan hukum pemilu, dan dampaknya terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis kebijakan dan fenomena empiris pemilu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun Pemilu Serentak 2024 berhasil diselenggarakan secara nasional dan relatif stabil, terdapat berbagai persoalan struktural dan teknis yang berpotensi menurunkan kualitas demokrasi substantif. Oleh karena itu, diperlukan reformasi desain pemilu dan penguatan kelembagaan demokrasi untuk meningkatkan kualitas pemilu di masa mendatang. Kata kunci: Pemilu Serentak 2024, Evaluasi Pemilu, Demokrasi, Sistem Pemilu, Indonesia