Karina Juniarti Utami
Program Studi Akuntansi, FEB Universitas Islam Al-Azhar, Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Spasial-Temporal: Luas Panen dan Produksi Padi di Nusa Tenggara Barat 2018–2024 Rabiatul Adwiyah; Susi Wariani; Karina Juniarti Utami; Herie Saksono
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.1.2024.81-91

Abstract

Studi ini mengkaji dinamika spasial-temporal bisnis padi di Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2018-2024, sebuah komoditas yang tidak hanya vital bagi ketahanan pangan tetapi juga sebagai penggerak ekonomi regional. Terdapat kesenjangan penelitian berupa kurangnya analisis komprehensif yang mengintegrasikan dimensi spasial (antarkabupaten/kota) dan temporal (tren pertumbuhan) dalam kerangka sistem agribisnis padi. Permasalahan utama adalah ketidakselarasan antara dinamika luas panen dan produksi di berbagai wilayah yang mempengaruhi keberlanjutan dan daya saing bisnis padi. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif, studi ini menganalisis data sekunder luas panen dan produksi padi dari sepuluh kabupaten/kota di NTB yang diperoleh melalui studi dokumentasi publikasi Berita Resmi Statistik BPS. Analisis menggunakan teknik Compound Annual Growth Rate (CAGR) dan analisis komparatif spasial untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan luas panen padi di NTB relatif stabil (CAGR -0,135%), sementara produksi padi menunjukkan pertumbuhan ringan (CAGR 0,632%), mengindikasikan adanya peningkatan efisiensi dan produktivitas melalui intensifikasi pertanian. Analisis spasial mengungkapkan disparitas signifikan dengan kabupaten di wilayah Utara NTB (Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara) menunjukkan performa bisnis padi lebih baik dibandingkan wilayah lainnya, sementara wilayah perkotaan seperti Kota Bima mengalami kontraksi ekstrem akibat konversi lahan pertanian. Disparitas ini mengharuskan pendekatan kebijakan terdiferensiasi, dengan rekomendasi berupa implementasi kebijakan spesifik wilayah, pengembangan sistem insentif produktivitas komprehensif, penguatan kelembagaan petani, akselerasi adopsi teknologi pertanian presisi, pengembangan kluster bisnis padi terintegrasi, diversifikasi produk berbasis padi, dan formulasi kebijakan perlindungan lahan produktif.