Nadhya Nurfadillah
Universitas Islam Al-Azhar, Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pentingnya Rasio Penduduk Lokal Terhadap Wisatawan untuk Menjamin Pariwisata Berkelanjutan, Keseimbangan Lingkungan, dan Kesejahteraan Masyarakat Nadhya Nurfadillah; Rabiatul Adawiyah; Dina Lorenza; Karina Utami; Herie Saksono
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.1.2024.1-9

Abstract

Keberlanjutan pariwisata di sebuah telah wilayah menjadi kunci sukses dan determinan dalam upaya menjaga laju pertumbuhan wisatawan, peningkatan literasi kepariwisataan masyarakat lokal, dan menjamin ketersediaan infrastruktur kepariwisataan di daerah. Rasio jumlah wisatawan terhadap penduduk lokal di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).  Studi ini menganalisis rasio wisatawan terhadap penduduk lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2014-2022 untuk memahami fluktuasi kunjungan wisatawan dan implikasinya terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pertanyaan kritis yang diajukan meliputi bagaimana fluktuasi kunjungan wisatawan dan seberapa besar rasionya terhadap penduduk lokal. Tujuan penulisan ini adalah mengusulkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mempertimbangkan keseimbangan pertumbuhan sektor pariwisata dan dampaknya terhadap masyarakat lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis statistik deskriptif atas data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi NTB. Studi ini menemukan adanya penurunan rasio wisatawan terhadap penduduk lokal dari 0,32 pada 2014 menjadi 0,25 pada 2022, dengan fluktuasi signifikan akibat pandemi COVID-19. Laju pertumbuhan wisatawan menurun (-2,086% CAGR) sehingga lebih lambat dibandingkan pertumbuhan penduduk (0,877% CAGR). Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi manajemen kapasitas kepariwisataan yang efektif, diversifikasi produk wisata, dan inovasi berbasis komunitas untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan eksistensi penduduk lokal. Kesimpulannya, pengembangan pariwisata berkelanjutan di NTB harus berfokus pada inovasi dan disrupsi yang menjamin keseimbangan laju pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan mempertimbangkan fluktuasi pasar dan ketahanan terhadap guncangan eksternal.