Riandi
Program Studi Akuntansi Universitas Islam Al-Azhar, Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Bisnis Agraris Melalui Analisis Nilai Tukar Petani: Studi Kasus Subsektor Pertanian di Nusa Tenggara Barat 2019–2024 Eka Juliansyah; Riandi; Karina Juniarti Utami; Herie Saksono
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.1.2024.93-104

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika Nilai Tukar Petani (NTP) antarsubsektor pertanian di Nusa Tenggara Barat periode 2019-2024 dan implikasinya terhadap strategi pengembangan bisnis agraris. Kesenjangan penelitian menunjukkan terbatasnya studi yang mengintegrasikan analisis NTP dengan strategi bisnis pertanian di tingkat provinsi dan subsektor. Permasalahan utama adalah kurangnya pemahaman tentang bagaimana dinamika NTP antarsubsektor dapat menjadi landasan pengembangan bisnis agraris yang kontekstual. Penelitian bertujuan menganalisis pola dinamika NTP antarsubsektor, mengidentifikasi faktor pendorong variasi pertumbuhan, dan merumuskan strategi bisnis agraris berbasis nilai tukar komoditas. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan data sekunder dari BPS NTB periode 2019-2024, mencakup indeks harga yang diterima dan dibayar petani. Teknik analisis meliputi Compound Annual Growth Rate (CAGR). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan NTP moderat (2,449%) dengan variasi signifikan antarsubsektor; hortikultura mencapai pertumbuhan tertinggi (14,339%), sementara peternakan mengalami kontraksi signifikan (-3,604%). Peningkatan NTP didorong oleh penurunan indeks harga yang dibayar petani (-2,525%) yang lebih besar dibandingkan penurunan indeks harga yang diterima (-0,138%). Temuan mengungkapkan empat strategi pengembangan bisnis: (1) pengembangan klaster hortikultura terintegrasi, (2) revitalisasi bisnis peternakan melalui integrasi tanaman-ternak, (3) implementasi bisnis jasa pendukung pertanian berfokus efisiensi produksi, dan (4) adopsi model bisnis sirkular antarsubsektor. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi bisnis agraris perlu adaptif terhadap karakteristik subsektor untuk mengoptimalkan kesejahteraan petani dan daya saing sektor pertanian NTB.