Rohanda Rohanda
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Membaca Konflik Batin dalam Grave of the Firefliess melalui Teori Sigmund Freud tentang Struktur Kepribadian Istiana Khotibatunnisa; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1581

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang psikologi sastra yang terkandung dalam film Grave of the Firefliess. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin yang terjadi pada tokoh utama Seita dalam film Grave of the Firefliess karya sutradara Isao Takahata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data diambil dari Grave of the Firefliess yang rilis pada tahun 1988 di Jepang. Jenis data yang diambil berupa potongan adegan dan dialog yang berkaitan dengan struktur kepribadian atau konflik batin yang terjadi akibat dari trauma perang dan kehilangan pada tokoh utama Seita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menonton film Grave of the Firefliess dari awal sampai akhir, menandai adegan atau dialog yang berkaitan dengan konflik batin pada diri Seita dengan menit, kemudian melakukan tindakan transkripsi data yang berhubungan dengan id, ego, dan superego pada tokoh utama Seita, Dan terakhir adalah menarik kesimpulan. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa konflik antara tiga struktur kepribadian dalam diri Seita mengalami konflik batin antara superego yang menginternalisasi kasih sayang kepada keluarganya, sehingga id berusaha untuk mendorongnya melakukan apapun demi menjaga keluarganya dengan ego yang berusaha rasional di tengah keadaannya yang sulit, walaupun pada akhirnya id dalam diri Seita lebih mendominasi. Penelitian ini mendukung teori psikologi sastra bahwa struktur kepribadian Freud dapat diterapkan untuk memahami karakter karya sastra.
Trauma dan Pencarian Identitas Tokoh Firdaus dalam Novel ’امرأة عند نقطة الصفر’ Karya Nawal El Saadawi: Kajian Psikologi Sastra Psikoanalisis Sigmund Freud Muhamad Robi; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk trauma yang dialami tokoh Firdaus dalam novel امرأة عند نقطة الصفر karya Nawal El Saadawi dan menganalisis pengaruh trauma tersebut terhadap proses pencarian identitasnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik analisis isi berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data diperoleh dari narasi dalam teks novel yang menggambarkan pengalaman traumatis serta dinamika kejiwaan tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Firdaus mengalami trauma fisik, seksual, dan psikologis sejak masa kanak-kanak, yang membentuk ketegangan antara id, ego, dan superego dalam dirinya. Trauma tersebut menyebabkan perilaku menyimpang, ketidakstabilan emosi, dan penolakan terhadap norma sosial yang menindas. Proses pencarian identitas Firdaus berlangsung dalam tiga fase, yaitu: dominasi trauma dan represi bawah sadar, konflik ego dengan norma sosial patriarkal, serta transformasi kesadaran dan pembentukan identitas baru. Firdaus akhirnya mencapai pencerahan psikis dan memilih jalan perlawanan terhadap tatanan patriarki, sebagai bentuk afirmasi atas eksistensi dan kebebasan dirinya. Identitas Firdaus tidak terbentuk secara instan, melainkan merupakan hasil dialektika antara penderitaan batin dan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan sosial.
Representasi Cinta dalam Puisi حب بلا حدود: Kajian Pembacaan Heuristik dan Hermenetika Semiotika Riffaterre Ade Sopiah; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1791

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi cinta dalam puisi “حبّ بلا حدود” karya Nizar Qabbani melalui pendekatan semiotika sastra Michael Riffaterre. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang memanfaatkan metode studi pustaka dengan sumber data utama berupa teks puisi Arab modern karya Nizar Qabbani. Objek material penelitian ini adalah puisi “حبّ بلا حدود”, sedangkan objek formalnya adalah teori semiotika Michael Riffaterre yang meliputi pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik, serta analisis terhadap struktur matriks, model, dan varian. Hasil analisis menunjukkan bahwa cinta dalam puisi ini direpresentasikan melalui ungkapan-ungkapan metaforis yang mengandung penyimpangan makna (displacing of meaning), penyamaran makna (distorting of meaning), serta penciptaan makna baru (creating of meaning). Penelitian ini menemukan bahwa cinta dalam puisi tidak hanya dimaknai secara romantik, tetapi juga mencerminkan kekuatan spiritual, eksistensial, dan ideologis. Melalui pembacaan hermeneutik, ditemukan bahwa puisi ini memuat makna cinta yang transendental, simbolis, dan melampaui sekat-sekat budaya serta sejarah. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan dalam kajian sastra Arab modern serta menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya yang menggunakan pendekatan semiotik berbeda.
Kontruksi Unsur Intrinsik dalam Cerpen Kampung Matahari Karya Dominoko Ariyanto Djaga: Sebuah Kajian Strukturalisme Nur Amalia Muthmainah; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral dan tema yang terdapat dalam cerpen Kampung Matahari yang ditulis oleh Dominiko Ariyanto Djaga dengan menggunakan pendekatan strukturalisme. Cerpen ini mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir dengan segala tantangan, tanggung jawab, dan keikhlasan, yang terlihat melalui karakter-karakter, konflik yang terjadi, serta suasana kampung yang penuh kesulitan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai moral seperti tanggung jawab terhadap keluarga, cinta, kesederhanaan, cinta yang tulus, dan ketahanan, serta mengkaji tema utama yang mengikat seluruh jalan cerita. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan analisis pada elemen-elemen intrinsik seperti karakter, alur cerita, latar belakang, dan dialog sebagai alat struktural untuk menyampaikan pesan moral dan tema. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moral dalam cerpen ini tidak hanya tersaji secara langsung dalam perilaku karakter, tetapi juga sangat terkait dengan struktur keseluruhan cerita. Tema pokok yang diangkat adalah perjuangan di tengah keterbatasan yang didukung oleh semangat kebersamaan dan keikhlasan. Melalui pendekatan strukturalisme, penelitian ini menggarisbawahi bahwa cerpen Kampung Matahari merupakan sebuah karya sastra yang tidak hanya menawarkan keindahan naratif, tetapi juga mengandung pesan moral dan tema yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Nilai Humanistik dalam lagu Rahmatan Lil ‘Alameen karya Maher Zain: Tinjauan Hermeneutika Hans-Georg Gadamer Azahirah Mufidah; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam lirik lagu Rahmatan Lil ‘Alameen karya Maher Zain melalui pendekatan hermeneutika sastra Hans-Georg Gadamer. Lagu tersebut dipilih karena merepresentasikan pesan spiritual dan humanistik yang relevan dalam konteks global saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Gadamer untuk menganalisis teks lirik secara mendalam, menafsirkan simbolisme dan pesan moral yang terkandung dalam narasi musikal. Proses analisis dilakukan melalui fusi cakrawala antara pemahaman historis yang melekat pada teks dengan horizon kontemporer penafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini tidak hanya memuat pujian terhadap Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menyuarakan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, kedamaian, dan etika spiritual yang transenden. Lagu ini menjadi medium dakwah dan kontemplasi yang mampu menjembatani pemahaman antara ajaran Islam dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu religi dapat dikaji sebagai teks sastra yang memiliki kedalaman makna dan relevansi filosofis, serta dapat memberikan kontribusi pada pengembangan studi sastra kontemporer berbasis nilai.
Potret Kehidupan Keluarga Miskin dan Ketimpangan social dalam Film Pengabdi Stan (2017) : Kajian Sosiologi Sastra Ovi Siti Nuropikoh; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kehidupan keluarga miskin serta ketimpangan sosial direpresentasikan dalam film Pengabdi Setan (2017) karya Joko Anwar melalui pendekatan sosiologi sastra. Sebagai film bergenre horor, karya ini tidak hanya menyuguhkan unsur ketegangan, tetapi juga menyiratkan gambaran sosial yang mencerminkan kondisi nyata masyarakat kelas bawah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data utama berupa narasi, karakter tokoh, dan latar cerita yang dianalisis menggunakan perspektif sosiologi sastra dari Alan Swingewood serta teori ketimpangan sosial. Hasil temuan menunjukkan bahwa film ini merefleksikan kemiskinan yang bersifat struktural melalui representasi keterbatasan ekonomi, isolasi sosial, tekanan peran gender, serta ketimpangan akses terhadap layanan dasar. Unsur simbolik dalam genre horor dimanfaatkan sebagai instrumen untuk menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan sosial dan dominasi sistemik yang menindas kelompok marginal. Oleh karena itu, film Pengabdi Setan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai medium reflektif dan kritik sosial yang menggambarkan realitas masyarakat Indonesia secara mendalam.