Salsabila Azahra
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gangguan Fonologi Fonem /r/ Pada Orang Tua: Tinjauan Psikolinguistik Salsabila Azahra; Elsa Agustina Manurung; Sundawati Tisnasari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1671

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah pelafalan fonem /r/ pada orang dewasa dengan sudut pandang psikolinguistik, khususnya fenomena cadel yang dialami oleh dua narasumber berusia 44 tahun (MS) dan 52 tahun (RS). Pada penelitian ini, pendekatan yang dipakai adalah metode kualitatif, di mana informasi diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memahami pengalaman, penyebab, serta cara pengucapan fonem /r/ yang terganggu. Analisis data difokuskan pada perubahan fonem /r/ menjadi /l/ dalam kata-kata yang dilafalkan oleh para narasumber. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa gangguan pelafalan fonem /r/ terjadi secara konsisten pada kedua partisipan, dengan variasi pola yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan riwayat kesehatan sejak kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan fonologi yang dialami orang dewasa dapat timbul dari berbagai faktor biologis dan fisik, serta memiliki makna penting dalam memahami proses produksi bahasa dari sudut pandang psikolinguistik.
Deiksis dalam Cerpen “Harum” Karya Raditya Dika: Kajian Pragmatik Salsabila Azahra; Annisa Putri Ramadhini; Elsa Agustina Manurung; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2556

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana lima kategori deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial dapat digunakan untuk mengembangkan plot, memperjelas referensi, serta menciptakan hubungan antar karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan peran dari kelima kategori deiksis tersebut serta menjelaskan kontribusinya terhadap pemahaman pragmatik dalam teks sastra. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data yang berupa unsur kebahasaan yang memiliki tanda deiksis. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan teori deiksis yang dikemukakan oleh Levinson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona menjadi tipe yang paling menonjol, terutama melalui penggunaan kata aku, kamu, dan dia yang merefleksikan sudut pandang pencerita, kedekatan antar karakter, serta penggambaran tokoh perempuan misterius dalam cerita tersebut. Deiksis tempat digunakan untuk menunjuk lokasi-lokasi signifikan seperti kuburan, perpustakaan, dan berbagai ruang naratif lain yang muncul melalui ingatan karakter. Deiksis waktu berfungsi untuk menjelaskan urutan kejadian dengan menggunakan penanda seperti hari itu, sore itu, dan dua tahun kemudian. Deiksis wacana muncul melalui penggunaan kata ini dan itu yang memperkuat kesinambungan naratif, sedangkan deiksis sosial terlihat dari sapaan seperti Pak, mas-mas, dan anak magang yang mencerminkan struktur sosial dan etika berbahasa. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis memiliki peranan krusial dalam membentuk konteks, hubungan, serta makna pragmatis dalam cerpen “Harum”, dan memberikan kontribusi untuk kajian pragmatik dalam sastra Indonesia modern.