Elsa Agustina Manurung
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesulitan Menulis Teks Pidato Pada Siswa Kelas XI SMKN 1 Kragilan Liya Adqiyah; Sintia Agustin; Elsa Agustina Manurung
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1746

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan bagi siswa dalam menulis teks pidato. Berdasarkan observasi dan analisis yang dilakukan pada siswa SMKN 1 Kragilan, ditemukan bahwa ada beberapa faktor utama yang memengaruhi kemampuan siswa untuk menulis teks pidato dengan baik. Pertama, siswa mengalami kesulitan dalam menyusun bagian-bagian pidato secara sistematis karena mereka tidak memahami struktur teks pidato. Kedua, siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan isi pidato, terutama dalam menghubungkan gagasan utama dengan argumen pendukung secara logis dan koheren. Ketiga, mereka tidak memiliki kosakata yang cukup, yang membatasi kemampuan siswa untuk menyampaikan ide secara variatif dan tepat. Terakhir, temuan ini menunjukkan bahwa siswa harus memperkuat keterampilan menulis pidato mereka dengan menekankan pemahaman struktur teks, pengembangan isi, penguasaan kosakata, dan penggunaan bahasa yang sesuai kaidah. Hasil ini menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman tentang penggunaan kata baku menyebabkan banyak kesalahan berbahasa, yang mengurangi kualitas teks pidato.
Deiksis dalam Cerpen “Harum” Karya Raditya Dika: Kajian Pragmatik Salsabila Azahra; Annisa Putri Ramadhini; Elsa Agustina Manurung; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2556

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana lima kategori deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial dapat digunakan untuk mengembangkan plot, memperjelas referensi, serta menciptakan hubungan antar karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan peran dari kelima kategori deiksis tersebut serta menjelaskan kontribusinya terhadap pemahaman pragmatik dalam teks sastra. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data yang berupa unsur kebahasaan yang memiliki tanda deiksis. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan teori deiksis yang dikemukakan oleh Levinson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona menjadi tipe yang paling menonjol, terutama melalui penggunaan kata aku, kamu, dan dia yang merefleksikan sudut pandang pencerita, kedekatan antar karakter, serta penggambaran tokoh perempuan misterius dalam cerita tersebut. Deiksis tempat digunakan untuk menunjuk lokasi-lokasi signifikan seperti kuburan, perpustakaan, dan berbagai ruang naratif lain yang muncul melalui ingatan karakter. Deiksis waktu berfungsi untuk menjelaskan urutan kejadian dengan menggunakan penanda seperti hari itu, sore itu, dan dua tahun kemudian. Deiksis wacana muncul melalui penggunaan kata ini dan itu yang memperkuat kesinambungan naratif, sedangkan deiksis sosial terlihat dari sapaan seperti Pak, mas-mas, dan anak magang yang mencerminkan struktur sosial dan etika berbahasa. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis memiliki peranan krusial dalam membentuk konteks, hubungan, serta makna pragmatis dalam cerpen “Harum”, dan memberikan kontribusi untuk kajian pragmatik dalam sastra Indonesia modern.