Dwi Widayati
Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekokritik Dalam Naskah Film Bangkit! karya Anggoro Saronto Argaputra Hardianto; Dwi Widayati; Emma Marsella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1749

Abstract

Ekokritik mengkaji penggambaran alam dan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Naskah film Bangkit! Memperlihatkan kerusakan alam yang terjadi Khususnya di kota Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran alam, manusia, dan lingkungan dalam sebuah karya sastra menggunakan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Hasil analisis memperlihatkan bahwa ciri-ciri pencemaran, bencana, dan hutan belantara yang terjadi dalam naskah film, dan menggambarkan keadaan bumi, binatang, dan tempat tinggal dalam naskah film Bangkit! karya Anggoro Saronto. Temuan ini menjadi objek penyampaian moral mengenai nilai penting hubungan yang seimbang antara manusia, hewan, dan alam. Cerita dalam naskah tersebut memiliki latar tempat dan alur yang beragam, sehingga memperlihatkan kondisi alam yang tidak baik, menegaskan kritik terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi dalam cerita.
Analisis Deiksis dalam Bahasa Batak Simalungun: Kajian Pragmatik Tanuya Harahap; Dwi Widayati; Amhar Kudadiri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi deiksis dalam bahasa Batak Simalungun yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya. Jenis deiksis dianalisis berdasarkan klasifikasi yang dikemukakan oleh Levinson (1983), sedangkan fungsi deiksis mengacu pada pandangan Alieva dkk. (1991), Ansiska dkk. (2014), dan Sumarlam dkk. (2023). Sumber data terdiri atas 43 data yang mengandung jenis dan fungsi deiksis berupa klitik, kata, dan frasa dalam tuturan berbentuk percakapan bahasa Batak Simalungun pada masyarakat di Kelurahan Sondi Raya. Data dikumpulkan melalui metode simak dan metode cakap, dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap (SLC) serta teknik pancing sebagai teknik lanjutan. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode padan referensial dan pragmatis dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam bahasa Batak Simalungun, yaitu deiksis persona, deiksis tempat/ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Adapun fungsi deiksis yang ditemukan dalam bahasa Batak Simalungun berjumlah sebelas, yakni 1) sebagai penunjuk kepunyaan, 2) sebagai perangkai preposisi, 3) sebagai subjek, 4) sebagai objek, 5) sebagai penunjuk keterangan tempat, 6) penanda takrif, 7) sebagai atribut, 8) sebagai anafora, 9) sebagai katafora, 10) sebagai alat pembeda tingkatan sosial, dan 11) sebagai penjaga kesantunan dalam berbahasa. Untuk memahami referen dalam sebuah tuturan, penting bagi seseorang untuk memahami penggunaan deiksis.
Analisis Wacana pada Talkshow Festival LIKE 2 dengan Tema “10 Tahun untuk Sustainabilitas”: Kajian Ekolinguistik Kritis Nurlaila Manja; Dwi Widayati; Rosliana Lubis
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1918

Abstract

Wacana lingkungan memiliki strategi komunikasi tertentu, salah satunya melalui penggunaan bahasa yang dihaluskan (eufemisme) guna menyamarkan atau menghindari makna yang lebih kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur wacana, identifikasi bentuk dan motif penggunaan eufemisme dalam Talkshow Festival LIKE 2. Jenis penelitian ini kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada elemen teks, struktur makro (judul wacana yang menggambarkan isi talkshow wacana ), superstruktur (kerangka wacana tekanan suatu masalah, lalu menyampaikan informasi penting tentang upaya penyelesaiannya), pada struktur mikro (menggunakan istilah teknis, kalimat aktif, kata ganti yang membangun kesan kebersamaan, dan gaya pengungkapan menggunakan gambar). Berdasarkan klasifikasi Allan dan Burridge, bentuk eufemisme dalam Talkshow Konversi Motor Listrik terdiri atas pernyataan yang meremehkan (45%), pergantian pemain satu-untuk-satu (33%), pembicaraan yang berbelit-belit (11%), dan kesembronoan (11%). Sedangkan dalam Talkshow Minim Sampah ditemukan one-for-one substitutions (57%), understatement (15%), akronim (14%), dan sirkumlocutions (14%). Motif penggunaan eufemisme pada talkshow konversi motor listrik terdiri dari dua motif, yatitu penyembunyian fakta (2 data) dan reifikasi (1 data). Sedangkan pada talkshow minim sampah, motif yang muncul hanya berupa penyembunyian fakta (2 data).