Dina Putri Juni Astuti
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Pengajaran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Anak Disleksia di Sekolah Luar Biasa (SLB) Amal Mulia Kota Bengkulu Helviana Mayasari; Kasmantoni Kasmantoni; Dina Putri Juni Astuti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1875

Abstract

Kesulitan membaca pada anak disleksia merupakan tantangan utama dalam proses pembelajaran di Sekolah Luar Biasa. Anak disleksia seringkal mengalami hambatan seperti membaca lambat, kebingungan membedakan huruf, dan kesulitan memahami isi teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan pengajaran guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada anak disleksia di SLB Amal Mulia Kota Bengkulu. Jenis kajian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan individual menjadi strategi utama yang diterapkan guru. Pendekatan ini dilakukan dengan menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak, menerapkan pembelajaran berbasis multisensori, serta memberikan dukungan emosional selama proses belajar. Guru juga memanfaatkan media visual dan aktivitas motorik untuk memperkuat pemahaman huruf dan kata. Selain itu, faktor pendukung seperti pelatihan guru dan peran guru pendamping khusus berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran. Tetapi, hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan profesional, dan minimnya pemahaman guru terhadap pendekatan inklusif masih menjadi kendala yang mendasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan individual yang diterapkan secara konsisten dan adaptif mampu meningkatkan kemampuan membaca anak disleksia. Dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan keluarga sangat diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Lirik Berejug Adat Pernikahan pada Masyarakat Suku Serawai di Kelurahan Sembayat Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Melzi Puspita Sari; Kasmantoni Kasmantoni; Dina Putri Juni Astuti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam lirik Berejung pada prosesi adat pernikahan masyarakat Suku Serawai di Kelurahan Sembayat, Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma. Berejung merupakan bentuk puisi lisan tradisional yang dilantunkan dalam upacara adat, khususnya pernikahan, sebagai media penyampaian pesan, nasihat, dan harapan secara simbolis dan estetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur oleh Searle yang membagi tindak tutur ilokusi menjadi lima jenis: asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat dan pelantun berejung, serta dokumentasi dan transkripsi lirik Berejung yang digunakan dalam acara pernikahan adat. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik Berejung mengandung beragam tindak tutur ilokusi, dengan dominasi tindak tutur ekspresif dan asertif, yang mencerminkan fungsi utama Berejung sebagai sarana mengungkapkan doa, pujian, dan nilai-nilai budaya. Tindak tutur direktif dan komisif juga ditemukan, terutama dalam bentuk nasihat dan harapan kepada pasangan pengantin. Tindak tutur deklaratif ditemukan dalam konteks pengukuhan nilai-nilai adat dan restu dari pihak keluarga atau tokoh adat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Berejung bukan sekadar seni tutur, tetapi juga sarana komunikasi budaya yang kaya akan nilai sosial, moral, dan spiritual masyarakat Suku Serawai.