Reni Maisatus Sagita
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Wacana Teks Berita Pada Buku Bahasa Indonesia Kelas VII Berbasis Kurikulum Merdeka Reni Maisatus Sagita
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2002

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan analisis wacana pada teks berita di buku Bahasa Indonesia kelas VII berbasis kurikulum merdeka yang diterbitkan oleh Kemendikbud Ristek tahun 2021 melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang terdiri dari tiga dimensi, yakni dimensi 1) teks (struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro); 2) kognisi sosial; dan 3) konteks sosial. Hasil penelitian diketahui teks berita yang terdapat pada buku Bahasa Indonesia kelas VII berbasis kurikulum merdeka tidak hanya berisi tentang informasi peristiwa atau kejadian yang penting tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Pemilihan teks berita dengan tema merawat bumi memiliki tujuan agar generasi muda dapat lebih peduli dan menjaga lingkungan dari kerusakan. Selain itu, melalui teks berita ini peneliti memiliki tujuan supaya generasi muda pada umumnya, serta siswa pada khususnya lebih peduli menjadi lingkungan dari kerusakan dengan memberikan aksi yang nyata. Selanjutnya, teks berita ini disajikan agar dapat melatih siswa untuk berpikir kritis terhadap berita yang dianggap palsu atau hoax.
Pola Komunikasi Asimetris dalam Interferensi Leksikal Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik pada Ceramah Gus Iqdam di Youtube Ika Putri Ismayanti; Agus Hermawan; Saptono Hadi; Reni Maisatus Sagita
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 6 No 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i2.2658

Abstract

Riset bertujuan menganalisis pola komunikasi asimetris dan bentuk interferensi leksikal dalam ceramah Gus Iqdam di platform YouTube. Menggunakan pendekatan sosiolinguistik kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat pada diskursus digital yang populer. Prosedur analisis data melibatkan identifikasi unsur serapan bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia serta pemetaan relasi kuasa komunikatif antara penceramah dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi asimetris diperkuat oleh penggunaan interferensi leksikal sebagai strategi retoris untuk membangun kedekatan kultural sekaligus otoritas religius. Interferensi ini berfungsi sebagai instrumen dialektika yang menyeimbangkan antara hegemoni pengetahuan agama dan identitas lokal
Pola Komunikasi Asimetris dalam Interferensi Leksikal Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik pada Ceramah Gus Iqdam di Youtube Ika Putri Ismayanti; Agus Hermawan; Saptono Hadi; Reni Maisatus Sagita
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i2.2658

Abstract

Riset bertujuan menganalisis pola komunikasi asimetris dan bentuk interferensi leksikal dalam ceramah Gus Iqdam di platform YouTube. Menggunakan pendekatan sosiolinguistik kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat pada diskursus digital yang populer. Prosedur analisis data melibatkan identifikasi unsur serapan bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia serta pemetaan relasi kuasa komunikatif antara penceramah dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi asimetris diperkuat oleh penggunaan interferensi leksikal sebagai strategi retoris untuk membangun kedekatan kultural sekaligus otoritas religius. Interferensi ini berfungsi sebagai instrumen dialektika yang menyeimbangkan antara hegemoni pengetahuan agama dan identitas lokal
Transformasi nilai sosial lirik lagu anak Indonesia (Studi komparatif lagu anak era 1990-an dan masa Kini) Erfan Fatkhurohman; Reni Maisatus Sagita
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2617

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran representasi nilai sosial dalam lirik lagu anak Indonesia melalui studi komparatif antara lagu era 1990-an (Paman Datang) dan era digital (Sayang Semuanya versi Nussa & Rara). Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten, temuan menunjukkan transformasi signifikan dari kolektivisme agraris-komunal menuju kolektivisme domestik-nuklir berbasis nilai religius. Terdapat pergeseran gaya bahasa dari narasi puitis-deskriptif menjadi instruksi langsung yang lugas. Hal ini mengindikasikan bahwa lagu anak masa kini lebih fokus pada internalisasi karakter individu dan nilai spiritual dibandingkan interaksi fisik dengan lingkungan alam dan sosial yang luas. Abstract: This study aims to analyze the shift in the representation of social values in Indonesian children's song lyrics through a comparative study between songs from the 1990s era (Paman Datang) and the digital era (Sayang Semuanya version by Nussa & Rara). Using a descriptive qualitative method with a content analysis approach, the findings reveal a significant transformation from agrarian-communal collectivism to domestic-nuclear collectivism based on religious values. There is also a shift in language style from poetic-descriptive narration to more direct and straightforward instruction. This indicates that contemporary children's songs tend to focus more on the internalization of individual character and spiritual values rather than physical interaction with the broader natural and social environment.