Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Matematika melalui Metode Membaca SQRQCQ: Studi pada Dua Sekolah di Tasikmalaya Hera Ramadani; Riska Hilma Destiana; Indri Ika Andani; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2412

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika, terutama dalam memahami soal cerita yang menuntut siswa untuk mengolah informasi verbal menjadi representasi matematis. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konteks soal karena kurangnya strategi membaca yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode membaca SQRQCQ (Survei, Question, Read, Question, Compute, dan Question) dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks aritmatika pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 20 siswa dari dua sekolah di Tasikmalaya, yaitu SMAN 8 Tasikmalaya dan SMA Al-Muttaqin. Data dikumpulkan melalui observasi, tes membaca pemahaman, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode membaca SQRQCQ memberikan pegaruh posistif terhadap peningkatan kemampuan pemahaman teks aritmatika. Siswa di SMAN 8 tasikmalaya menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengidentifikasi informasi penting, merumuskan pertanyaan, dan menyusun langkah penyelesaian yang logis. Sementara itu, siswa SMA Al-Muttaqin juga mengalami peningkatan, tetapi masih membutuhkan bimbingan guru pada tahap refleksi. Secara keseluruhan, metode membaca SQRQCQ terbukti efektif dalam membangun kemampuan berpikir sistematis, reflektif, dan kritis siswa dalam pembelajaran matematika berbasis teks. Penerapan metode ini direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mengintegrasikan literasi dan numerasi di sekolah.
Analisis Klausa Bebas pada Cerpen Langit yang Patah Karya Gazali Ligawa: Analysis of Independent Clauses in the Short Story Langit yang Patah by Gazali Ligawa Indah Jubaedah; Indri Ika Andani; Tiara Vebriyanti; Iis Lisnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2750

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian sintaksis dalam membaca struktur bahasa karya sastra, khususnya cara klausa bebas membangun keutuhan makna, alur, dan ekspresi tokoh dalam cerpen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk klausa bebas dalam cerpen “Langit yang Patah” karya Gazali Ligawa serta menjelaskan fungsi sintaksis dan estetisnya dalam membangun makna naratif. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks cerpen “Langit yang Patah” yang dipublikasikan pada laman Pikiran Rakyat Boltim. Data penelitian berupa satuan klausa bebas yang dikumpulkan melalui teknik baca, simak, dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi struktur sintaksis, dan penafsiran fungsi berdasarkan kategori klausa bebas. Hasil penelitian menunjukkan adanya 30 klausa bebas yang terdiri atas klausa verbal dan klausa nonverbal. Klausa verbal meliputi klausa transitif aktif, transitif pasif, resiprokal, dan intransitif, sedangkan klausa nonverbal meliputi klausa statif dan klausa ekuasional. Klausa aktif dan klausa intransitif menjadi bentuk yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa klausa bebas tidak hanya berfungsi sebagai satuan gramatikal yang dapat berdiri sebagai kalimat, tetapi juga menjadi perangkat kebahasaan yang menggerakkan peristiwa, menampilkan kondisi psikologis tokoh, dan memperkuat efek estetis cerpen. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan kajian klausa bebas dari teks formal menuju teks sastra, sehingga memperkaya pemahaman tentang hubungan antara struktur sintaksis dan pembentukan makna dalam karya sastra.