Urgensi penelitian ini adalah mengungkap konstruksi penindasan patriarki dan representasi resistensi perempuan dalam novel Kereta Semar Lembu melalui perspektif Radical Feminism semiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani melalui perspektif semiotika feminisme radikal. Analisis ini berfokus pada penindasan patriarkal, kontrol terhadap tubuh perempuan, serta representasi perlawanan radikal yang tertanam dalam sistem semiotik naratif novel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan tiga proses analisis, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan dengan mengumpulkan data berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf dari objek penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakadilan gender yang dialami tokoh-tokoh perempuan dalam Kereta Semar Lembu dimanifestasikan melalui berbagai simbol semiotik. Penindasan tersebut tercermin melalui tanda-tanda eksploitasi tubuh yang berakar pada struktur patriarki yang mengakar kuat. Selain itu, novel ini menghadirkan perspektif feminisme radikal melalui tindakan tokoh-tokoh perempuan yang berjuang untuk membongkar dominasi laki-laki dan merebut kembali otonomi mereka sendiri. Analisis semiotik menjelaskan bagaimana penggunaan bahasa, mitologi, dan tanda-tanda dalam novel ini sekaligus merefleksikan serta menantang realitas ketimpangan gender dalam masyarakat. Penelitian mengenai semiotika feminis dalam sastra Indonesia masih cenderung berfokus pada representasi perempuan secara umum dan belum secara khusus mengkaji bentuk-bentuk penindasan serta perlawanan perempuan melalui perspektif feminisme radikal dalam novel Kereta Semar Lembu. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengungkap konstruksi tanda-tanda patriarki dan bentuk-bentuk perlawanan perempuan yang direpresentasikan dalam teks sastra kontemporer. Dengan demikian, novel ini dipandang mampu menggambarkan perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki sekaligus menonjolkan nilai-nilai feminisme radikal melalui representasi semiotik yang tertanam dalam narasinya.