Aiza Arifputri
Universitas Telkom

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Literasi Keuangan Digital: Pelindungan Mahasiswa Digital dari Pinjaman Online Ilegal Aiza Arifputri; Sarah Derma Ekaputri; Amanda Bunga Gracia; Retno Hendryanti
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 2 (2025): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v7i2.11555

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital bagi mahasiswa penyandang disabilitas serta memberikan pemahaman mengenai perlindungan dari pinjaman online ilegal. Berkolaborasi  dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, kegiatan ini memberikan informasi yang relevan dan meningkatkan kesadaran peserta terhadap risiko finansial yang dapat mereka hadapi di era digital ini. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui workshop yang mencakup tiga sesi utama, yaitu pemaparan materi oleh narasumber dari OJK, sesi tanya jawab dan kuis interaktif, serta sesi pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK secara langsung. Hasil evaluasi dari peserta menunjukkan bahwa mayoritas merasa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan mereka, jelas, serta mudah dipahami. Selain itu, aspek pelayanan panitia dan aksesibilitas dalam kegiatan ini juga mendapatkan respons positif, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti profesionalisme Juru Bahasa Isyarat (JBI), pengaturan tata letak ruangan yang lebih ergonomis, serta penyediaan waktu yang lebih fleksibel untuk pengisian quiz maupun kuesioner. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa penyandang disabilitas dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai literasi keuangan digital dan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak. Evaluasi dan masukan dari peserta akan menjadi dasar perbaikan untuk kegiatan serupa di masa depan agar semakin inklusif khususnya dalam ruang akademis.