Mastaida Tambun
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN JENIS DAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP GANGGUAN MENSTRUASI Rosna Dewi; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vy60an88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap gangguan menstruasi pada pasangan usia subur (PUS) di BPM Midah Sembiring, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh PUS pengguna kontrasepsi hormonal sebanyak 63 orang, dengan jumlah sampel 59 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang memuat informasi mengenai jenis kontrasepsi hormonal, lama penggunaan, dan kejadian gangguan menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan kontrasepsi hormonal jenis progestin (57,6%) dan telah menggunakan kontrasepsi lebih dari satu tahun (55,9%). Gangguan menstruasi ditemukan pada 50,8% responden. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi hormonal dengan gangguan menstruasi (p = 0,003), di mana pengguna kontrasepsi progestin lebih banyak mengalami gangguan menstruasi dibandingkan pengguna kontrasepsi kombinasi. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan gangguan menstruasi (p = 0,001), dengan risiko gangguan yang lebih tinggi pada pengguna dengan lama pemakaian lebih dari satu tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal berhubungan secara bermakna dengan terjadinya gangguan menstruasi pada pasangan usia subur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU LECET Sabda Royani Nasution; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dxd8m632

Abstract

Masa nifas merupakan periode transisi penting bagi ibu dan bayi, di mana keberhasilan menyusui menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang kesehatan keduanya. Salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas adalah puting susu lecet, yang umumnya disebabkan oleh teknik menyusui yang tidak tepat dan kurangnya pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang berkunjung ke BPM Midah Sembiring Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau pada periode Februari–April 2023 sebanyak 100 orang. Sampel sebanyak 50 ibu nifas ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas dengan pengetahuan baik tidak mengalami puting susu lecet (78,3%), sedangkan mayoritas ibu nifas dengan pengetahuan kurang baik mengalami puting susu lecet (85,2%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan pengetahuan ibu nifas sebagai upaya pencegahan masalah menyusui.