Muharrom Fatihaturrizqi
Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesenjangan Keterampilan Tenaga Kerja Vokasi di Era Revolusi Industri 5 Muharrom Fatihaturrizqi; Yaser Galuh; Zalfa Gita Salsabila
Manajemen SDM Vol 2 No 1 (2025): Juni: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : PT Bisnis Digital Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan keterampilan tenaga kerja vokasi dalam menghadapi tuntutan Era Revolusi Industri 5.0 (RI 5.0). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi keterampilan teknis dan non-teknis yang krusial serta mengevaluasi keselarasan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam keterampilan adaptabilitas, pemikiran kritis, pemecahan masalah kompleks, dan literasi digital canggih di kalangan lulusan vokasi. Kesimpulan utama adalah perlunya reformasi kurikulum yang berorientasi pada pengembangan soft skills dan peningkatan kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan industri untuk memastikan kesiapan tenaga kerja menghadapi tantangan RI 5.0.
Work-Life Balance Sebagai Strategi Retensi Karyawan Milenial Dan Gen Z Fadhilah Rafli Muhammad; Muhammad Yusril Siregar; Muharrom Fatihaturrizqi
Manajemen SDM Vol 2 No 1 (2025): Juni: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : PT Bisnis Digital Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas work-life balance sebagai strategi penting untuk retensi karyawan dari generasi Milenial dan Gen Z. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis urgensi work-life balance bagi generasi ini, mengidentifikasi faktor-faktor penunjang work-life balance, dan mengevaluasi bagaimana work-life balance dapat secara efektif meningkatkan loyalitas serta mengurangi tingkat turnover karyawan. Hasil utama menunjukkan bahwa Milenial dan Gen Z sangat memprioritaskan work-life balance, seringkali lebih dari sekadar gaji, karena mereka mencari makna, fleksibilitas, dan kesejahteraan holistik dalam karier mereka. Implementasi kebijakan work-life balance yang fleksibel, dukungan manajemen, lingkungan kerja yang positif, dan pengakuan terhadap kebutuhan pribadi karyawan terbukti secara signifikan meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen. Kesimpulannya, perusahaan yang mengadopsi work-life balance bukan hanya meningkatkan kesejahteraan karyawan, tetapi juga memperkuat daya saing mereka dalam menarik dan mempertahankan talenta muda yang krusial bagi masa depan organisasi