Muhammad Yusril Siregar
Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Work-Life Balance Sebagai Strategi Retensi Karyawan Milenial Dan Gen Z Fadhilah Rafli Muhammad; Muhammad Yusril Siregar; Muharrom Fatihaturrizqi
Manajemen SDM Vol 2 No 1 (2025): Juni: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : PT Bisnis Digital Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas work-life balance sebagai strategi penting untuk retensi karyawan dari generasi Milenial dan Gen Z. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis urgensi work-life balance bagi generasi ini, mengidentifikasi faktor-faktor penunjang work-life balance, dan mengevaluasi bagaimana work-life balance dapat secara efektif meningkatkan loyalitas serta mengurangi tingkat turnover karyawan. Hasil utama menunjukkan bahwa Milenial dan Gen Z sangat memprioritaskan work-life balance, seringkali lebih dari sekadar gaji, karena mereka mencari makna, fleksibilitas, dan kesejahteraan holistik dalam karier mereka. Implementasi kebijakan work-life balance yang fleksibel, dukungan manajemen, lingkungan kerja yang positif, dan pengakuan terhadap kebutuhan pribadi karyawan terbukti secara signifikan meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen. Kesimpulannya, perusahaan yang mengadopsi work-life balance bukan hanya meningkatkan kesejahteraan karyawan, tetapi juga memperkuat daya saing mereka dalam menarik dan mempertahankan talenta muda yang krusial bagi masa depan organisasi
Analisis Implementasi Metode AHP dan SAW pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi                                            pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi Yaser Galuh; Muhammad Yusril Siregar
Manajemen SDM Vol 2 No 1 (2025): Juni: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : PT Bisnis Digital Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan siswa berprestasi merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, namun dalam praktiknya masih banyak sekolah yang hanya mengandalkan satu aspek penilaian seperti nilai akademik. Untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih akurat dan menyeluruh, dibutuhkan penerapan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Dalam penelitian ini diterapkan dua metode, yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan tingkat prioritas secara hierarkis, sementara metode SAW dimanfaatkan untuk melakukan perhitungan nilai preferensi terhadap alternatif yang dinilai berdasarkan bobot tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan serta menentukan efektivitas metode AHP dan SAW dalam sistem pendukung keputusan pemilihan siswa berprestasi, sehingga dapat diperoleh metode yang paling tepat dan efisien dalam menghasilkan keputusan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemanfaatan Teknologi Pendidikan Berbasis Digital dalam Meningkatkan Karakter dan Keterlibatan Belajar Siswa di Era Transformasi Pendidikan Muhammad Yusril Siregar
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i1.1665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis digital terhadap karakter dan keterlibatan belajar siswa. Perkembangan teknologi yang pesat menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran, namun implementasinya seringkali belum terintegrasi secara optimal dengan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran berbasis teknologi digital, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki tingkat karakter dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi pendidikan berbasis digital mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara holistik. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa di era digital.
Strategi Bisnis Agrowisata Berbasis Hutan dengan Business Model Canvas di Kampung Mandiri Jaya Muhammad Yusril Siregar; Sulartopo Sulartopo
Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurima.v6i2.7279

Abstract

This study aims to analyze the business strategy of forest-based agrotourism developed in Kampung Mandiri Jaya, Timika, using the Business Model Canvas (BMC) approach and to identify its contribution to environmental conservation and community empowerment. The study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth online interviews with the village initiator, indirect observation through documentation, and a literature review of relevant sources. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the agrotourism development in Kampung Mandiri Jaya adopts an “urban forest” concept that integrates economic activities with environmental conservation efforts. Community members actively participate in tree planting and maintenance activities, fostering collective awareness of environmental sustainability. Based on the Business Model Canvas analysis, the main value proposition offered is a nature-based tourism experience that is authentic, educational, and sustainable. Key resources supporting the business include land availability, biodiversity, and strong community participation. SWOT analysis indicates that the village’s primary strengths lie in its environmental potential and community involvement, while limitations include restricted promotion, funding constraints, and limited partnerships. Opportunities for future development include business diversification through fishing ponds, small-scale fisheries, local-product-based restaurants, and the utilization of digital platforms for promotion. The study concludes that agrotourism development in Kampung Mandiri Jaya is not solely focused on economic growth but also seeks to maintain a balance between social, economic, and environmental sustainability.