Dalam era bisnis modern yang semakin kompleks dan transparan, etika dalam komunikasi bisnis menjadi faktor krusial yang memengaruhi reputasi perusahaan dan keberhasilan hubungan jangka panjang dengan pemangku kepentingan. Tuntutan terhadap praktik bisnis yang etis dan bertanggung jawab semakin meningkat, sehingga komunikasi yang tidak etis berpotensi memicu krisis kepercayaan serta menghambat efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran etika dalam komunikasi bisnis dan implikasinya terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan analisis mendalam pada perusahaan manufaktur berskala nasional di Indonesia. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi internal. Penelitian ini mengacu pada teori Etika Bisnis (Velasquez, 2015), Komunikasi Organisasi (Robbins, 2021), dan Stakeholder Theory (Freeman, 1984). Hasil menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan komunikasi berbasis etika mengalami peningkatan kepercayaan stakeholder hingga 32% dan efektivitas program CSR sebesar 28% dalam dua tahun terakhir. Nilai-nilai seperti transparansi, empati, dan akuntabilitas terbukti memperkuat relasi sosial dan meningkatkan persepsi publik terhadap integritas perusahaan. Kesimpulannya, etika komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian pesan, tetapi sebagai strategi fundamental dalam membangun CSR yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan pedoman komunikasi etis berbasis data dan pelatihan intensif bagi tim komunikasi dan CSR.