M. Sobirin Mohtar
Universitas Sari Mulia, Banjarmasin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Simulasi Rumah Banjar Pintar, Sehat & Aman dari Bencana M. Sobirin Mohtar; Ahmad Syahlani; Hj. Latifah; Nadya Rosalina; Nur Hakidah Habibi; Laila Kodtriah Fitriani; Khusnul Khotimah; Onevia Berlian Nataly; Mely Agustina; Munawarah Munawarah; Ni Gusti Ayu Agung; Lorenza Cloudia; Almaida Almaida
Journal of Applied Community Service and Innovation Vol. 1 No. 01 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : Journal of Applied Community Service and Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Simpang Limau di Banjarmasin Timur menghadapi tantangan kesehatan dan kebencanaan seperti tingginya kasus infeksi saluran pernapasan, sanitasi rumah yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta rendahnya kesiapsiagaan terhadap banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tanah longsor. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna dan kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan metode edukasi langsung, simulasi evakuasi, dan demonstrasi teknologi sederhana. Inovasi yang diperkenalkan meliputi alat deteksi banjir, kebakaran, korban gempa, dan filter sampah sungai. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 47,17% menjadi 87,69%, dan peningkatan pada tokoh komunitas dari 33,33% menjadi 86,66%. Respons masyarakat terhadap materi dan simulasi sangat positif. Kegiatan ini efektif dalam membentuk komunitas yang sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko lingkungan dan bencana.
Development of the Hypovolemic Shock Response Kit (Emergency Kit Containing Infusion Fluids and Pressure Dressing Equipment) at SMK Bina Banua Banjarmasin M. Sobirin Mohtar; Ahmad Syahlani; Maria Fransiska Katni; Muhammad Ramadhani; Mitra Olivia; Mahdiyanti Mahdiyanti; Nurul Qamaril Wardani; Nasyuha Shirin Ebadi R; Nazilatul Audah Surya P; Nadila Nadila; Patmawati Patmawati; Rahmadana Rahmadana
Journal of Applied Community Service and Innovation Vol. 1 No. 01 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : Journal of Applied Community Service and Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypovolemic shock is a medical emergency condition that can be life-threatening due to significant loss of fluids or blood, leading to tissue hypoperfusion and organ failure. In Indonesia, the incidence of hypovolemic shock, particularly from trauma, dehydration, and bleeding, remains high. Therefore, prompt and appropriate intervention is crucial, especially among school students. This article aims to develop and introduce the Hypovolemic Shock Response Kit (an emergency kit containing infusion fluids and pressure dressing equipment) at SMK Bina Banua Banjarmasin through a community service activity. The method used is a participatory educational approach, including counseling, demonstrations, and simulation practices. The pre-test results indicated that students' knowledge of hypovolemic shock was 81.2%, which significantly increased to 96.15% after the training. Students' skills in recognizing signs and providing first aid also improved significantly. Thus, this program successfully equipped students with the knowledge and skills to handle medical emergencies, while fostering an emergency response culture within the school environment. It is hoped that similar programs can be implemented in other schools to enhance public readiness for medical emergencies.
Pengobatan Tradisional (Bemandi-Mandi Buka Aura Positif) Berbasis Transcultural Nursing Care (TNC) sebagai Upaya Meningkatkan Perawatan Diri di Desa Simpang Limau M. Sobirin Mohtar; Hj. Latifah; Alpiansyah Alpiansyah; Anissa Amelianti; Desi Wulandari; Dewi Puspita Sari; Fahria Rusali; Fathul Jannah; Elva Wahyu Ningsih
Journal of Applied Community Service and Innovation Vol. 1 No. 01 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : Journal of Applied Community Service and Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan diri merupakan tindakan dimana memelihara kebersihan dan kesehatan diri seseorang untuk kesejahteraan fisik maupun psikisnya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan manfaat mandi mandi buka aura dan pentingnya perawatan diri bagi diri sendiri. Perawatan diri sangat bergantung pada pribadi masing-masing dimana nilai individu dan kebiasaan untuk mengembangkannya. Peserta mengisi tabel kuesioner pre-test dan didapatkan hasil berupa presentase rata-rata dimana nilai terendah 10 dan nilai tertinggi 100. Sebelum edukasi bemandi-mandi buka aura positif berhubungan dengan perawatan diri berbasis Transcultural Nursing Care didapatkan nilai pre-test terendah adalah 1 dan nilai tertinggi adalah 3 sedangkan untuk post-test didapat nilai terendah adalah 25% dan nilai tertinggi adalah 75%. Hasil pre-test dan post-test didapatkan perubahan sebanyak 50%.
Pemberdayaan Masyarakat Adat dalam Pengobatan Tradisional Berbasis Transcultural Nursing Care (TNC) sebagai Upaya Perbaikan Nyeri Dada di Sungai Bilu M. Sobirin Mohtar; M. Arief Wijaksono; Nabila Maharani; Hayatun Latifah; Intan Audi Yusfanita; Malika Putri Azahra; Maria Emeliana Meme; Nadia Amelia; Siti Nabila
Journal of Applied Community Service and Innovation Vol. 1 No. 01 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : Journal of Applied Community Service and Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperawatan transkultural adalah pendekatan yang menekankan pemberian asuhan sesuai budaya pasien, mempertimbangkan kesamaan dan perbedaan budaya dalam praktik keperawatan. Konsep ini, yang diperkenalkan oleh Madeleine Leininger, bertujuan memberikan perawatan yang sejalan dengan nilai dan kepercayaan pasien untuk meningkatkan kenyamanan dan hasil kesehatan. Pendekatan ini membutuhkan kompetensi budaya dan menempatkan perilaku “caring” sebagai inti keperawatan yang humanis dan universal. Dalam konteks budaya Banjar di Banjarmasin, praktik tradisional seperti “cabut angin” digunakan untuk meredakan nyeri dada, yang diyakini disebabkan oleh “angin” dalam tubuh. Teknik ini melibatkan penggunaan daun sirih yang telah dibacakan doa khusus, kemudian dioleskan pada area tubuh yang sakit dengan lembut. Metode ini dipercaya membawa kesembuhan melalui kombinasi khasiat alami daun sirih dan kekuatan doa. Meskipun praktik ini populer, ada risiko menunda penanganan medis dalam kondisi serius seperti serangan jantung. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami nilai budaya pasien sambil memberikan edukasi tentang penanganan medis yang tepat. Integrasi ini mencerminkan esensi keperawatan transkultural yang menghormati budaya sembari memastikan keselamatan pasien.