Kampung Simpang Limau di Banjarmasin Timur menghadapi tantangan kesehatan dan kebencanaan seperti tingginya kasus infeksi saluran pernapasan, sanitasi rumah yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta rendahnya kesiapsiagaan terhadap banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tanah longsor. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna dan kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan metode edukasi langsung, simulasi evakuasi, dan demonstrasi teknologi sederhana. Inovasi yang diperkenalkan meliputi alat deteksi banjir, kebakaran, korban gempa, dan filter sampah sungai. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 47,17% menjadi 87,69%, dan peningkatan pada tokoh komunitas dari 33,33% menjadi 86,66%. Respons masyarakat terhadap materi dan simulasi sangat positif. Kegiatan ini efektif dalam membentuk komunitas yang sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko lingkungan dan bencana.
Copyrights © 2025