Muhammad Ghanie Baskara
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Komunitas Bank Sampah melalui Pengelolaan Limbah Organik Mandiri untuk Literasi Lingkungan Berkelanjutan di Ciwandan Ekawati Rini Wulansari; Figo Azka Ramdhani; Durahtun Hainiyah; Aura Noer Afrietha; Ahmad Fauzi; Ledia Hanifa; Lola Lolita Nur Hapidah; Selly Amelia; Dwi Octavia Nanda Winanto; Muhammad Ghanie Baskara; Dyah Salma Ratna Muninggar; Wulan Apriyani; Fandi Febrian Wijanarko
Journal of Applied Community Service and Innovation Vol. 1 No. 02 (2025): ISSUE DESEMBER
Publisher : Journal of Applied Community Service and Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah organik rumah tangga merupakan tantangan besar dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah padat penduduk seperti Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2023), limbah organik menyumbang sekitar 44% dari total timbulan sampah nasional dan sering tidak terkelola secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan berkelanjutan masyarakat melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme dan biokonversi limbah menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) di Bank Sampah RT 02 Desa Kubangsari. Metode pelaksanaan mencakup edukasi partisipatif, demonstrasi pembuatan eco-enzyme, pelatihan budidaya maggot BSF, dan pendampingan lanjutan dalam pengelolaan hasil fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat tentang pengelolaan limbah organik, yang ditunjukkan dengan partisipasi aktif 90% peserta dalam praktik eco-enzyme dan komitmen warga untuk menerapkan sistem pengelolaan mandiri. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Aksi Iklim). Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan literasi lingkungan berbasis aksi dapat memperkuat kapasitas komunitas lokal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.