Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Spasial Deforestasi Kawasan Hutan Lindung di Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Algif Fahri; Hendry Frananda
Jurnal Zona Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/zona.v9i2.194

Abstract

Protected forests play a crucial role in maintaining ecological balance, safeguarding biodiversity, and reducing disaster risks. However, human activities such as agricultural expansion, infrastructure development, and land conversion have triggered significant deforestation. Spatial monitoring of land cover change is essential to understand degradation patterns as a basis for conservation policies. This study aims to analyze land cover changes in the protected forest of Sangir Subdistrict from 2018 to 2025 and to identify spatial patterns of deforestation. The research employed Sentinel-2 imagery classified using the Random Forest algorithm into five classes: forest, cropland, open land, plantation, and rice field. Validation results showed overall accuracies of 0.84 (2018) and 0.82 (2025). The findings reveal that forest area decreased by 449.69 ha (−9.95%), mainly in forest–cultivation transition zones and areas near roads and rivers. Spatially based conservation policies are urgently needed to mitigate deforestation
Analisis Spasial Temporal Perubahan Luas Dan Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Batam Tahun 2017 – 2024 Hazel Ananta Fajri; Hendry Frananda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4643

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan percepatan pembangunan di Kota Batam menyebabkan meningkatnya alih fungsi lahan yang berdampak pada berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan distribusi RTH Kota Batam tahun 2024, menganalisis perubahan luas RTH selama periode 2017–2024, serta mengevaluasi tingkat kecukupan RTH berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis geospasial berbasis citra satelit Sentinel-2A dan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2024, sebaran RTH di Kota Batam tidak merata di 12 kecamatan, dengan konsentrasi vegetasi tinggi terdapat di Kecamatan Bulang dan Belakang Padang. Luas RTH kategori vegetasi sedang hingga tinggi mengalami penurunan dari 669,94 km² pada tahun 2017 menjadi 622,15 km² pada tahun 2024. Secara total, Kota Batam telah memenuhi standar minimal RTH sebesar 30% dari luas wilayah, namun ketimpangan distribusi antar kecamatan masih terjadi. Berdasarkan jumlah penduduk, kebutuhan RTH sebesar 25,89 km² telah terpenuhi secara keseluruhan, tetapi Kecamatan Bengkong belum mencapai standar kebutuhan RTH individu sebesar 20 m² per kapita.