Pertumbuhan penduduk dan percepatan pembangunan di Kota Batam menyebabkan meningkatnya alih fungsi lahan yang berdampak pada berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan distribusi RTH Kota Batam tahun 2024, menganalisis perubahan luas RTH selama periode 2017–2024, serta mengevaluasi tingkat kecukupan RTH berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis geospasial berbasis citra satelit Sentinel-2A dan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2024, sebaran RTH di Kota Batam tidak merata di 12 kecamatan, dengan konsentrasi vegetasi tinggi terdapat di Kecamatan Bulang dan Belakang Padang. Luas RTH kategori vegetasi sedang hingga tinggi mengalami penurunan dari 669,94 km² pada tahun 2017 menjadi 622,15 km² pada tahun 2024. Secara total, Kota Batam telah memenuhi standar minimal RTH sebesar 30% dari luas wilayah, namun ketimpangan distribusi antar kecamatan masih terjadi. Berdasarkan jumlah penduduk, kebutuhan RTH sebesar 25,89 km² telah terpenuhi secara keseluruhan, tetapi Kecamatan Bengkong belum mencapai standar kebutuhan RTH individu sebesar 20 m² per kapita.
Copyrights © 2025