This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sumbangsih
Erizal Barnawi
Ocupation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Alat Musik Talo Balak Lampung pada Forum Karang Taruna Palapa Tiyuh Panaragan untuk Mengiringi Tarian Sigeh Penguten Sebagai Prosesi Penyambutan Tamu-Tamu Agung di Tiyuh Panaragan Kabupaten Tulang Bawang Barat Erizal Barnawi
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.41

Abstract

Pengamatan dari tim pengabdian bahwa sebagai bagian dari media kerterampilan seni dan budaya yang ada di Forum Karang Taruna Palapa Tiyuh Panaragan, Kabupaten Tulang Bawang Barat yang selama ini kurang memenuhi tingkat kreatifitas dan pengembangan seni budaya Lampung. Pelajaran biasanya sekedar diisi dengan bernyanyi klasikal dilanjutkan individual, kurang menyiratkan unsur-unsur musik yang sedemikian kaya terutama unsur irama dan unsur melodi. Alat musik Talo Balak Lampung merupakan salah satu alat musik tradisi yang sangat komplek, sangat memungkinkan para muda mudi Karang Taruna Palapa Tiyuh Panaragan menggunakan alat musik tersebut sebagai media pembelajaran dan menguntungkan dalam upaya meningkatkan penguasaan pemuda dalam hal unsur-unsur irama dan unsur-unsur melodi tersebut. Jika para muda mudi Tiyuh Panaragan mampu memainkan Talo Balak Lampung lambat laun akan mempunyai nilai tambah karena bisa dan mampu mengirinngi tarian persembahan untuk tamu-tamu yang berkunjung baik ke Kampung sendiri maupun di tingkat kecamatan. Kegiatan ini dibatasi pada pelatihan memainkan ansambel Talo Balak yang terdiri dari (Kulintang, Pepetuk, Gelitak, Gujih, Canang, Gindir, Tawa-Tawa, Kempyang, Talo, dan Gindang) dengan beberapa lagu yaitu: tabuh Gupek dan tabuh Tari dalam iringin tari Sigeh Penguten. Serta, beberapa motif tabuhan gindang dalam pemegang ritme ketukan di ansambel Talo Balak. Metode ceramah oleh pelaksana untuk menjelaskan manfaat kemampuan bermain ansambel Talo Balak, bagian-bagian Talo Balak, dan cara bermain menabuh ansambel Talo Balak yang baik dan benar. Serta, memperagakan secara langsung oleh pelaksana pengabdian untuk memberikan contoh memainkan tiap-tiap instrumen di dalam ansambel Talo Balak.
Pelatihan Alat Musik Serdapan Lampung pada Forum Mulei Menganai Panaragan untuk Prosesi Arak-Arakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Erizal Barnawi; Agung Hero Hernanda; Adi Saputra; Brahmantyo Adith Prahmudafi
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i1.76

Abstract

Forum Mulei Menganai (FMM) Panaragan adalah kelompok pemuda-pemudi yang berdiri pada tanggal 10 November 2017. Aktifitas yang FMM jalan salah satunya adalah melestarikan dan mengembangkan seni budaya khas Lampung Pepadun, terutama ansambel Gitar Klasik Lampung Pepadun. Sampai saat ini FMM telah menjadi perbincangan di masyarakat karena keahlian dan kemarihan dalam mengemas penyajian pertunjukan Gitar Klasik Lampung Pepadun. Dari dampak tersebut kepercayaan masyarakat meningkat terlihat sering tampilnya FMM dalam acara nikahan, sunatan maupun acara seremonial lainnya di Kabupatan Tulang Bawang Barat bahkan sampai keluar kabupaten dalam melakukan pertunjukan. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNILA telah melakukan pengabdian selama dua tahun berturut-turut di Tiyuh Panaragan ini. Pertama pada tahun 2020 di kelompok FMM memberikan pelatihan Ansambel Gamolan Lampung dan yang kedua pada tahun 2021 di kelompok Karang Tarunanya memberikan pelatihan Ansambel Talo Balak. Serta, pada tahun 2022 yang ketiga ini berencana memberikan lagi pelatihan alat musik Serdapan (rebana) di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kecamatan Tulang Bawang Barat kembali pada kelompok Forum Mulei Menganai (FMM) Panaragan. Kegunaan pelatihan ini agar menambah tingkat kreatifitas muda-mudi di Tiyuh Panaragan dalam mempertahan seni budaya Lampung. Bentuk kegiatan pelatihan ini berupa pembelajaran teknik permainan rebana yang diperuntukan pada prosesi arak-arakkan yang selalu diselenggarakan di Tiyuh Panaragan. Beberapa materi tabuh rebana diantaranya yakni Tabuh Tekol, Tabuh Tahtim, dan Tabuh Arak. Kesemuan tabuhan rebana tersebut dilatih selama tiga hari berturut-turut dengan durasi pelaksanaannya di mulai dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Serta, di akhri dengan melakukan hasil pelatihan dengan memberikan presentasi pertunjukan di hadapan para stakeholder masyarakat Tiyuh Panaragan.