Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Gamolan Bagi Guru SMP/MTs-SMA/MA/SMK Se-Kabupaten Pringsewu Hasyimkan; Agung Hero Hernanda; Prisma Tejapermana; Bian Pamungkas
Nuwo Abdimas Vol. 1 No. 1 (2022): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pokok bahasan Musik sebagai bagian dari mata pelajaran seni dan budaya di SMP/M.Ts-SMA/MA/SMK se-Kabupaten Pringsewu selama ini kurang memenuhi tuntutan kurikulum. Pelajaran biasanya sekedar diisi dengan bernyanyi klasikal dilanjutkan individual, kurang menyiratkan unsur-unsur musik yang sedemikian kaya terutama unsur irama dan unsur melodi. Gamolan merupakan salah satu alat musik tradisi yang sangat praktis, sangat memungkinkan guru menggunakan alat musik tersebut sebagai media pembelajaran dan menguntunkan dalam upaya meningkatkan penguasaan siswa dalam hal unsur-unsur irama dan unsur-unsur melodi tersebut. Jika siswa mampu memainkan gamolan lambat laun akan mempunyai rasa puas dan rasa irama yang benar. Kegiatan ini dibatasi pada pelatihan memainkan gamolan dengan dua buah lagu yaitu: tabuh layang kasiwan dan Lagu Gamolan Sakti. Ceramah bervariasi oleh pelaksana untuk menjelaskan manfaat kemampuan bermain gamolan, bagian—bagian gamolan, dan cara bermain gamolan. Demonstrasi oleh pelaksana untuk memberikan contoh memainkan gamolan dengan tabuh layang kasiwan, dan memainkan gamolan dengan Lagu Gamolan Sakti.
Pelatihan Alat Musik Serdapan Lampung pada Forum Mulei Menganai Panaragan untuk Prosesi Arak-Arakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Erizal Barnawi; Agung Hero Hernanda; Adi Saputra; Brahmantyo Adith Prahmudafi
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i1.76

Abstract

Forum Mulei Menganai (FMM) Panaragan adalah kelompok pemuda-pemudi yang berdiri pada tanggal 10 November 2017. Aktifitas yang FMM jalan salah satunya adalah melestarikan dan mengembangkan seni budaya khas Lampung Pepadun, terutama ansambel Gitar Klasik Lampung Pepadun. Sampai saat ini FMM telah menjadi perbincangan di masyarakat karena keahlian dan kemarihan dalam mengemas penyajian pertunjukan Gitar Klasik Lampung Pepadun. Dari dampak tersebut kepercayaan masyarakat meningkat terlihat sering tampilnya FMM dalam acara nikahan, sunatan maupun acara seremonial lainnya di Kabupatan Tulang Bawang Barat bahkan sampai keluar kabupaten dalam melakukan pertunjukan. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNILA telah melakukan pengabdian selama dua tahun berturut-turut di Tiyuh Panaragan ini. Pertama pada tahun 2020 di kelompok FMM memberikan pelatihan Ansambel Gamolan Lampung dan yang kedua pada tahun 2021 di kelompok Karang Tarunanya memberikan pelatihan Ansambel Talo Balak. Serta, pada tahun 2022 yang ketiga ini berencana memberikan lagi pelatihan alat musik Serdapan (rebana) di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kecamatan Tulang Bawang Barat kembali pada kelompok Forum Mulei Menganai (FMM) Panaragan. Kegunaan pelatihan ini agar menambah tingkat kreatifitas muda-mudi di Tiyuh Panaragan dalam mempertahan seni budaya Lampung. Bentuk kegiatan pelatihan ini berupa pembelajaran teknik permainan rebana yang diperuntukan pada prosesi arak-arakkan yang selalu diselenggarakan di Tiyuh Panaragan. Beberapa materi tabuh rebana diantaranya yakni Tabuh Tekol, Tabuh Tahtim, dan Tabuh Arak. Kesemuan tabuhan rebana tersebut dilatih selama tiga hari berturut-turut dengan durasi pelaksanaannya di mulai dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Serta, di akhri dengan melakukan hasil pelatihan dengan memberikan presentasi pertunjukan di hadapan para stakeholder masyarakat Tiyuh Panaragan.
PENDAMPINGAN TEKNIK VOKAL PRAKTIS GUNA MENGOPTIMALKAN BAKAT MUSIK ANAK USIA SEKOLAH DASAR Afrizal Yudha Setiawan; Nabilla Kurnia Adzan; Agung Hero Hernanda; Sasika Suci Rahmadani; Nita Amalia Ramadhani
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1987

Abstract

This community service research aims to describe the implementation process and analyze the impact of practical vocal technique training on improving the singing abilities of elementary school-aged children. The community service method employed a practical training approach, direct learning, and intensive group vocal exercises over eight weeks (one meeting per week). The participants were 50 elementary school-aged children selected based on their interest in vocal training. Data were collected through affective attitude observations and practical tests (pretest and posttest) using a vocal assessment rubric. The community service results showed an improvement in the children's basic vocal skills, as evidenced by an increase in the average score from 64.73 (pretest) (inadequate) to 71.52 (posttest). The most significant psychomotor transformation was seen in the clarity of articulation, supported by increased self-confidence and mastery of diaphragmatic breathing techniques through demonstration and drill methods. However, improvements in intonation have not shown significant improvement because pitch accuracy requires a process of habituation and longer training duration to build vocal cord muscle memory.   Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi dan menganalisis dampak pelatihan teknik vokal praktis terhadap peningkatan kemampuan menyanyi anak-anak usia sekolah dasar. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pendekatan pelatihan praktis, pembelajaran langsung, dan latihan vokal kelompok intensif selama delapan minggu (satu pertemuan per minggu). Peserta penelitian adalah 50 anak usia sekolah dasar yang dipilih berdasarkan minat mereka dalam pelatihan vokal. Data dikumpulkan melalui observasi sikap afektif dan tes praktis (pretest dan posttest) menggunakan rubrik penilaian vokal. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan keterampilan vokal dasar anak-anak, yang dibuktikan dengan peningkatan skor rata-rata dari 64,73 (pretest) (tidak memadai) menjadi 71,52 (posttest). Transformasi psikomotor yang paling signifikan terlihat pada kejelasan artikulasi, didukung oleh peningkatan kepercayaan diri dan penguasaan teknik pernapasan diafragma melalui metode demonstrasi dan latihan. Namun, peningkatan intonasi belum menunjukkan peningkatan yang signifikan karena akurasi nada membutuhkan proses habituasi dan durasi pelatihan yang lebih lama untuk membangun memori otot pita suara.
Self-Regulated Learning Strategies in Developing Growl Vocal Techniques among Metal Musicians in Bandar Lampung, Indonesia Amelia Putri Raissyah; Prisma Tejapermana; Agung Hero Hernanda; Bian Pamungkas
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 8 No. 2 (2026): Articles in Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v8i2.413

Abstract

Objective: This study aims to examine the self-directed learning process in mastering growl vocal techniques among metal vocalists in Bandar Lampung, focusing on learning strategies, stages of skill acquisition, and the role of the music community as a source of informal learning support. Method: A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with active metal vocalists, observations of practice sessions and performances, and audio-visual documentation. Event organizers and audiences also served as additional informants to provide contextual insights into the learning process. Results and Discussion: Findings reveal that self-directed learning occurs through three structured and dynamic stages: planning, implementation, and reflection. In the planning stage, vocalists set learning goals based on auditory references and the influence of the music community, including informal mentors and fellow musicians. During the implementation stage, repeated practice is used to develop mastery of growl vocal techniques. Reflection involves self-auditory evaluation, reinforced by feedback from audiences and the music community. This approach enables vocalists to adapt techniques to their individual abilities while benefiting from social interaction within the community. Conclusion: The study confirms that mastery of growl vocal techniques can be effectively developed through self-managed learning, repeated practice, and support from the music community as an informal learning space, highlighting the importance of integrating individual practice and social interaction in extreme music education.