p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sumbangsih
Prisma Teja Permana
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Membaca Notasi Balok untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Seni Budaya Tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur Afrizal Yudha Setiawan; Prisma Teja Permana; Nabilla Kurnia Adzan
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.42

Abstract

Salah satu kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh guru seni adalah menguasai materi atau bahan ajar, dalam berbagai bidang seni yaitu seni musik, seni tari, dan seni rupa. Namun demikian, guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, dan tidak terkhusus pada satu bidang ilmu seni saja, sedangkan di lapangan guru dituntut untuk mengajar ketiga bidang seni tersebut. Materi membaca notasi balok merupakan salah satu materi yang terdapat pada kurikulum pendidikan seni di sekolah jenjang SMP. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap guru seni budaya SMP di Kabupaten Lampung Timur, diperoleh informasi bahwa 64,5% dari jumlah responden memiliki pemahaman yang rendah dalam materi notasi balok, sehingga guru memiliki kesulitan dalam menyampaikan materi tersebut kepada peserta didik. Dengan demikian, diperlukan adanya pelatihan membaca notasi balok untuk meningkatkan kompetensi profesional guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan pengabdian dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membaca notasi balok untuk guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam membaca notasi balok. Hal tersebut akan memberikan dampak pada peningkatan salah satu kompetensi professional guru seni budaya, yakni menguasai materi pembelajaran tentang notasi balok. Adapun peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai pretest dan posttest yang telah dilakukan. Rata-rata nilai pretest adalah sebesar 49.09, sedangkan rata-rata nilai posttest sebesar 77.43. Dengan demikian terdapat peningkatan rata-rata sebesar 28,34 atau 57,73%.
Sosialisasi musik tradisional lampung di Desa Rejosari Mataram Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah Afrizal Yudha Setiawan; Prisma Teja Permana; Nabilla Kurnia Adzan
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i1.82

Abstract

Provinsi Lampung merupakan Provinsi dimana penduduknya terdiri dari berbagai macam suku. Hal tersebut disebabkan karena Provinsi Lampung merupakan daerah tujuan transmigrasi penduduk Indonesia di masa lampau. Hal ini menyebabkan banyak masyakarat yang tinggal di Lampung, namun tidak mengenal adat budaya di daerahnya sendiri, salah satunya tentang musik tradisional Lampung. Salah satu contoh fenomena yang terkait dengan pernyataan tersebut, terjadi pada masyarakat di Desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan observasi pendahuluan dan analisis situasi, sebagian besar masyarakat tidak mengenal dengan baik musik tradisional Lampung. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dibutuhkan suatu upaya untuk menyosialisasikan musik tradisional lampung pada masyarakat di desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan sosialisasi dilakukan dalam bentuk pemaparan materi dan pemberian pelatihan kepada peserta aktif. Pada kegiatan pelatihan tim pengabdian menggunakan Gamolan instrument music tradisional Lampung. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa masyarakat setempat telah mengenal musik tradisional Lampung. Selain itu, para remaja setempat dapat memainkan instrument music Gamolan dengan materi Tabuh Layang Kasiwan, dan Tabuh Alau-alau melalui kegiatan pelatihan yang diberikan. Hasil pelatihan menunjukkan nilai rata-rata keterampilan peserta dalam memainkan Gamolan sebesar 75.83.