Setiawan
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surkarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN STABILISASI LEHER DAN STABILISASI SKAPULA PADA NYERI LEHER NON SPESIFIK : EFFECT OF NECK STABILIZATION AND SCAPULA STABILIZATION EXERCISES FOR NON SPECIFIC NECK PAIN Fania Nanda Prasintia; Setiawan; Marti Rustanti
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.62

Abstract

Latar Belakang: Posisi tubuh tidak ergonomis yang diterapkan penjahit garmen saat bekerja dan berlangsung cukup lama dalam posisi statis berpotensi menyebabkan terjadinya musculoskeletal disorders seperti non specific neck pain (NSNP). NSNP adalah jenis neck pain yang terjadi tanpa ditemukannya gejala patologi struktural utama dan gangguan neurologis dan tidak diketahui faktor penyebab secara pasti. Tujuan: untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh neck stabilization exercise (NSE) dan scapula stabilization exercise (SSE) serta mengetahui intervensi yang lebih baik dalam peningkatan kemampuan fungsional leher pada NSNP. Metode: menggunakan metode randomized control trial dengan desain two groups pretest and postest. Sampel penelitian ini adalah penjahit garmen yang berada di Niks Konveksi, Karanganyar yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Neck Disability Index (NDI). Hasil: Analisis data menggunakan uji paired t-test pada kedua kelompok diperoleh p = 0.000 (p < 0.05) yang artinya bahwa NSE dan SSE meningkatkan kemampuan fungsional leher pada penjahit yang mengalami NSNP. Sedangkan uji independent t test pada perbandingan kedua kelompok setelah perlakuan di dapatkan hasil p = 0.871 (p> 0.05), artinya tidak ada perbedaan pengaruh antara NSE dan SSE terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher pada penjahit yang mengalami NSNP. Kesimpulan: NSE dan SSE sama baiknya dalam meningkatkan kemampuan fungsional leher pada penjahit yang mengalami NSNP. Kata Kunci : Non specific neck pain, neck stabilization exercise, scapula stabilization exercise, neck disability index Background: The non-ergonomic body position applied by garment tailors while working and lasting long enough in this static position has the potential to cause musculoskeletal disorders such as non-specific neck pain (NSNP). NSNP is a type of neck pain that occurs without the evidence of major structural pathology symptoms and neurological disorders and the exact causative factor is unknown. Objective: to determine whether there is a difference in the effects of neck stabilization exercise (NSE) and scapula stabilization exercise (SSE) and to determine which intervention is better in improving the functional ability of the neck in NSNP. Method: using a randomized control trial method with a two groups pretest and posttest design. The sample of this study was 30 garment tailors at Niks Konveksi, Karanganyar. The instrument used was the Neck Disability Index (NDI) questionnaire. Results: Data analysis using paired t-test in both groups obtained p = 0.000 (p <0.05) which means that NSE and SSE increase the functional ability of the neck in tailors who experience NSNP. While the independent t-test on the comparison of the two groups after treatment obtained the result p = 0.871 (p> 0.05), meaning that there is no difference in the effect between NSE and SSE on increasing the functional ability of the neck in tailors who experience NSNP. Conclusion: NSE and SSE are equally good in improving neck functional ability in tailors with NSNP. Key Words : Non specific neck pain, neck stabilization exercise, scapula stabilization exercise, neck disability index
PERBEDAAN PENGARUH SEKETIKA TERAPI MANIPULASI DAN TERAPI MOBILISASI TERHADAP NYERI PINGGANG BAWAH: DIFFERENT IMMEDIATE EFFECTS OF MANIPULATION THERAPY AND MOBILIZATION THERAPY ON LOWER BACK PAIN Khoiri Rahmatiya Islahi pertiwi; Jasmine Kartiko Pertiwi; Setiawan; Yulianto Wahyono
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.69

Abstract

Latar belakang: Terapi manual dengan metode manipulasi maupun mobilisasi telah banyak digunakan dalam menangani nyeri pinggang bawah. Kedua jenis terapi tersebut memiliki cara pembebanan sendi yang berbeda dari segi kecepatan dan amplitudo. Perbedaan tersebut menimbulkan tanda tanya terhadap efek yang dihasilkan. Tujuan: Mengetahui perbedaan efek langsung dari terapi manipulasi dan mobilisasi terhadap nyeri dan lingkup gerak sendi lumbal pada nyeri pinggang bawah. Metode: Penelitian ini berjenis pre-eksperimental dengan desain two groups pre and post test. Subjek adalah pasien dengan keluhan nyeri pinggang bawah sejumlah 30 orang yang memenuhi kriteria, kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok, kelompok I mendapat terapi manipulasi dan kelompok II mendapat terapi mobilisasi. Intervensi dilakukan satu kali dan pengukuran outcome dilakukan sebelum dan segera setelah intervensi. Hasil: Uji beda paired sample t-test digunakan untuk menghitung pre dan post test pada masing-masing kelompok. Pada kelompok I nilai nyeri adalah p=0,005 (p<0,05) dan lingkup gerak sendi adalah p=0,000 (p<0,05). Pada kelompok II nilai nyeri adalah p=0,000 (p<0,05) dan lingkup gerak sendi adalah p=0,000 (p<0,05). Uji beda antarkelompok menggunakan independent sample t-test didapatkan hasil akhir p=0,952 (p>0,05) untuk nilai nyeri dan p=0,121 (p>0,05) untuk lingkup gerak sendi. Kesimpulan: Pemberian terapi manipulasi maupun mobilisasi dapat memberikan efek berupa penurunan nyeri dan peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita nyeri pinggang bawah, tetapi tidak ada perbedaan signifikan yang dari hasil antara kedua teknik tersebut.
PENGARUH DRY NEEDLING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS Natasya Mutiara Suci Savitri; Saifudin Zuhri; Setiawan
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.91

Abstract

Abstrak: Nyeri myofascial trigger point syndrome otot upper trapezius merupakan masalah yang paling umum dijumpai khususnya pada pekerja konveksi. Bekerja dengan posisi duduk dan kepala menunduk dalam jangka waktu lama serta statis dapat menyebabkan kontraksi berlebihan sehingga mengakibatkan nyeri myofascial trigger point syndrome. Salah satu upaya fisioterapi dalam menangani kasus myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius yaitu dengan dry needling. Dry needling merupakan pendekatan untuk mengurangi nyeri akibat myofascial trigger point syndrome dengan merangsang titik-titik pemicu nyeri menggunakan jarum steril. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh dry needling terhadap penurunan nyeri myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius. Metode: penelitian ini menggunakan one group pre-post test with control design. kelompok I sebagai kelompok perlakuan (n=15) dan kelompok II sebagai kelompok kontrol (n=15). Alat ukur pada penelitian ini adalah quadruple visual analogue scale (QVAS). Hasil: uji hipotesis menggunakan paired samples t-test pada subjek penelitian didapatkan hasil p = 0,000 berarti p < 0,05 sehingga secara statistik terdapat pengaruh pemberian dry needling terhadap penurunan nyeri myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius. Kesimpulan: dry needling berpengaruh terhadap penurunan nyeri myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius.