Aditya Johan
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surkarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANFAAT MODALITAS FARADIC CURRENT DAN MASSAGE PADA KASUS BELL’S PALSY - STUDI KASUS: BENEFITS OF FARADIC CURRENT AND MASSAGE MODALITIES IN BELL’S PALSY CASES - CASE STUDY Tantri Widiana Putri -; Sugiono; Aditya Johan
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.72

Abstract

Latar Belakang: Bell’s Palsy merupakan kelumpuhan saraf fasialis perifer yang ditandai dengan kelemahan otot wajah secara mendadak pada satu sisi, menyebabkan asimetri wajah serta gangguan fungsi ekspresi dan aktivitas harian seperti makan, minum, dan berbicara. Penatalaksanaan fisioterapi berperan penting dalam proses rehabilitasi pasien bell’s palsy untuk mengurangi gejala, mempercepat pemulihan, serta mengembalikan fungsi otot wajah. Tujuan: untuk mengetahui manfaat modalitas faradic current dan massage pada kasus bell’s palsy. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus pada salah satu pasien dengan diagnosa bell’s palsy dextra. Terapi diberikan sebanyak empat kali dengan kombinasi modalitas faradic current yang berfungsi menstimulasi kontraksi otot wajah, serta massage yang bertujuan mengurangi kekakuan dan meningkatkan relaksasi otot. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot wajah berdasarkan uji Manual Muscle Testing (MMT) pada seluruh otot yang diuji, seperti m. corrugator supercili dan m. orbicularis occuli yang meningkat dari nilai 1 menjadi 5, serta m. zygomaticus dan m. orbicularis oris dari nilai 0 menjadi 3. Peningkatan juga terjadi pada fungsional wajah berdasarkan Ugo Fisch Scale dari 18 poin menjadi 58 poin. Kesimpulan: Pemberian terapi faradic current dan massage sebanyak 4 kali memberikan hasil yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot wajah dan fungsi ekspresi wajah pada pasien bell’s palsy, ditunjukkan dengan peningkatan skor MMT pada seluruh otot wajah yang diuji dan peningkatan skor Ugo Fisch dari 18 poin menjadi 58 poin.