Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Krisis pada Kasus Pelecehan Seksual Tiyo Dermawansyah
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-November 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menimbulkan dampak serius secara psikologis, sosial, dan institusional, sehingga dapat dikategorikan sebagai bencana sosial. Tingginya angka kasus kekerasan seksual di Indonesia serta lemahnya sistem penanganan yang ramah korban menunjukkan perlunya pendekatan manajemen krisis yang terencana dan berbasis psikologis. Tulisan ini bertujuan mengkaji pelecehan seksual sebagai bencana sosial serta penerapan manajemen krisis dalam perspektif psikologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap berbagai sumber ilmiah, kebijakan, dan laporan lembaga terkait kekerasan seksual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelecehan seksual menimbulkan dampak psikologis berat bagi korban, seperti PTSD, depresi, gangguan kecemasan, disosiasi, serta gangguan relasi sosial. Budaya patriarki dan victim blaming menjadi hambatan utama dalam pelaporan dan pemulihan korban. Penerapan manajemen krisis berbasis tahapan deteksi dini, respons awal, penanganan, pemulihan, evaluasi, dan pembelajaran dinilai efektif untuk mengelola kasus kekerasan seksual secara sistemik. Selain itu, penyediaan safe space, intervensi psikososial, dan peran Undang-Undang TPKS menjadi pilar penting dalam perlindungan korban. Kesimpulannya, pelecehan seksual sebagai bencana sosial memerlukan penanganan yang holistik, multidisipliner, dan berpihak pada korban melalui integrasi pendekatan psikologis, hukum, dan kelembagaan.
Psikoedukasi “Tubuhku Adalah Milikku” sebagai Upaya Perlindungan Anak di Desa Reuleut Timu, Aceh Utara Muhammad Safwan Hidayat; Rima Intania Marbun; Naiza Ferona; Tiyo Dermawansyah; Sania Az-Zahra; Rahma Fazila; Safna Maulizar; Candra Apriansyah Purba; Wheny Utariningsih
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Dedikasi Mandiri Nusantara - Desember 2025
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17145209

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Anak-anak rentan mengalami pelanggaran hak tubuh akibat kurangnya pemahaman tentang batas sentuhan aman. Sebagai bentuk kontribusi dalam perlindungan anak, mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan psikoedukasi bertajuk “Tubuhku Adalah Milikku” di Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu. Kegiatan ini diikuti oleh 50 anak dengan metode partisipatif berupa pretest, ice breaking, pemaparan materi, simulasi, video edukatif, dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak mengenai konsep kepemilikan tubuh, batas sentuhan, serta keberanian menolak perlakuan tidak pantas. Program ini sejalan dengan pendekatan psikoedukasi yang terbukti efektif sebagai strategi preventif mencegah kekerasan pada anak. Kegiatan ini penting sebagai langkah awal membangun kesadaran anak sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.