Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Perbedaan Ilmu Qiraat Terhadap Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia Rosmila; Nasrullah Bin Sapa; Muhammad Amin Sahib
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18006967

Abstract

Indonesia merepresentasikan realitas sosial yang plural, baik secara etnis, budaya, maupun agama, sehingga menuntut kerangka keberagamaan yang mampu mengelola perbedaan secara konstruktif. Sejumlah peristiwa intoleransi menunjukkan masih lemahnya kesadaran terhadap pluralitas sebagai keniscayaan sosial. Artikel ini mengkaji perbedaan ilmu qirāʾāt sebagai fondasi epistemologis Islam yang menegaskan legitimasi keberagaman pemahaman teks suci serta relevansinya bagi penguatan kerukunan umat beragama di Indonesia. Kajian ini bertumpu pada riset kepustakaan melalui pendekatan analitis-deskriptif atas literatur klasik dan kontemporer terkait ʿilm al-qirāʾāt, toleransi (tasāmuḥ), dan wacana moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan qirāʾāt lahir melalui transmisi riwayat yang sahih dan mutawātir, mencerminkan fleksibilitas ajaran Islam terhadap variasi bahasa, dialek, serta ekspresi bacaan Al-Qur’an. Tradisi penerimaan terhadap keragaman bacaan tersebut menegaskan bahwa perbedaan tidak dimaknai sebagai ancaman terhadap autentisitas wahyu, melainkan sebagai kekayaan metodologis yang memperkuat sikap inklusif. Pemahaman komprehensif atas ilmu qirāʾāt berkontribusi pada pembentukan paradigma keberagamaan moderat, menolak eksklusivisme, serta menopang nilai Islam tasāmuḥ pada relasi antarumat beragama. Kajian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai pluralitas tekstual Islam memiliki signifikansi strategis bagi penguatan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama pada konteks Indonesia yang multikultural.
Relevansi Asbabun Nuzul Ayat-Ayat Jihad dalam Menangkal Paham Terorisme di Era Digital Anugrah; Nasrullah Bin Sapa; Muhammad Amin Sahib
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relevance of the asbābun nuzūl (occasions of revelation) of jihad-related verses in efforts to counter radicalism and terrorism in the digital era. Advances in information technology and social media enable information to spread rapidly and widely, including literal interpretations of jihad verses that are often misused by extremist groups as a justification for violence against anyone they consider an enemy. This research employs a descriptive qualitative method with a library research approach and contextual–historical content analysis techniques to comprehensively understand the context in which the verses were revealed. The findings show that understanding asbābun nuzūl allows society to interpret jihad verses according to their historical and Shar‘i context, distinguishing between defensive jihad or the enforcement of justice and aggressive violence. The analysis of jihad verses, such as Q.S. Al-Baqarah [2]: 218 and Q.S. At-Tawbah [9]: 29, emphasizes that these verses were revealed within the context of self-defense and community protection, not as a justification for terrorism. Thus, asbābun nuzūl becomes an important instrument for intellectually safeguarding society, critically evaluating religious narratives, and preventing the spread of extremist ideologies in cyberspace.
Perumpamaan Dalam Al-Quran: Makna, Fungsi Dan Implikasi Amsalul Quran Nurul Magfiratullah; Nasrullah Bin Sapa; Muhammad Amin Sahib
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al Quran sebagai kitab suci umat Islam dan menjadi sumber ajaran umat Islam yang pertama dan utama yang wajib diimani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, fungsi dan implikasi amsalul quran sebagai keunikan gaya Bahasa alquran dalam menyampaikan wahyu Ilahi. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik penelitian pustaka (penelitian perpustakaan) dan analisis teks (analisis isi). Data primer yang bersumber dari alquran serta kitab tafsir klasik, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ulumul quran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amsalul quran berarti perumpamaan (jamak dari matsal) untuk menjelaskan konsep abstrak melalui tiga jenis berupa al-amsal al-musarrahah, al-amsal al-kaminah dan al-amsal al-mursalah. Fungsinya mecakup memahamkan konsep iman dan moral, memperindah retorika, serta sebagai media dakwah. Kesimpulannya pemahaman amsal memperkaya tafsir tematik, sekaligus membentuk kesadaran spiritual, akhlak mulia, dan aplikasi nilai-nilai ilahi dalam kehidupan umat Islam sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian tafsir kontekstual dan pendidikan Qurani.
Munasabah Al-Qur’an Alda Septiana Ali; Nasrullah Bin Sapa; Muhammad Amin Sahib
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munasabah Al-Qur’an merupakan salah satu kajian penting dalam ulumul Qur’an yang membahas hubungan dan keserasian antara ayat dengan ayat, surah dengan surah, serta bagian-bagian dalam Al-Qur’an. Kajian ini bertujuan untuk menyingkap keterpaduan struktur dan makna Al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi yang utuh dan sistematis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur klasik dan kontemporer yang membahas munasabah Al-Qur’an. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa munasabah berperan signifikan dalam memperdalam pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an, memperkuat penafsiran kontekstual, serta menegaskan kemukjizatan Al-Qur’an dari segi susunan dan sistematika bahasanya.