Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Budaya Literasi Anak Melalui Model Play Date Anis Setyawati; Rifa Suci Wulandari; Nadia Lasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Darul Ulum Vol 4 No 2 (2025): DIMAS-UNDAR
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/dimas-undar.v4i2.4201

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat budaya literasi anak melalui penerapan model play date sebagai pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak usia 5–10 tahun di Karasidenan Madiun. Model play date dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan membaca bersama, membaca nyaring (read aloud), permainan berbasis cerita, serta diskusi ringan yang melibatkan orang tua dan pendamping. Kegiatan dilaksanakan selama tiga kali setiap akhir pekan selama bulan September dengan metode pendampingan langsung. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan minat baca anak, kemampuan memahami isi bacaan, serta antusiasme mereka dalam kegiatan literasi. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya dukungan lingkungan keluarga dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Dengan demikian, model play date dapat menjadi alternatif strategi efektif dalam penguatan budaya literasi anak di masyarakat. Kata kunci: budaya literasi, anak, play date, Madiun This community service activity aims to strengthen children's literacy culture through the implementation of the Play Date model as a fun, interactive, and participatory learning approach. The target participants are children aged 5–10 years in the Karesidenan Madiun area, which includes several districts with diverse social backgrounds. The Play Date model was carried out through a series of activities such as shared reading, story-based games, read aloud, and light discussions involving parents and facilitators. The program was conducted over one month through several direct mentoring sessions. The results showed an increase in children's reading interest and active engagement in literacy activities, as well as improved parental awareness of the importance of creating a family environment that supports literacy habits. This activity demonstrates that the Play Date model is effective in strengthening children's literacy culture in the community and in fostering collaboration among families, schools, and local communities to cultivate a love of literacy from an early age. Keywords : literacy culture, children, play date, Karesidenan Madiun
Menumbuhkan Resiliensi Anak Usia Dini Melalui Literasi Buku Anak: Edukasi Orang Tua Berbasis Seminar Literasi Keluarga Anis Setyawati; Johan Wahyu Tri Astuti; Rosita Mubadillah; Fibriana Miftahus Sa’adah
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): PRAXIS April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/9h6zfa80

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya resiliensi pada anak usia 0–9 tahun serta pemanfaatan buku sebagai media penguatannya. Kegiatan dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi orang tua dalam mendampingi perkembangan emosi anak secara konstruktif. Metode yang digunakan berupa seminar edukatif partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi membaca nyaring (read aloud), dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 62 menjadi 84 (meningkat 35%), serta sekitar 80% peserta mampu mempraktikkan teknik membaca nyaring secara lebih interaktif. Selain itu, terjadi perubahan perspektif peserta dalam memaknai perilaku anak sebagai bagian dari proses perkembangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi keluarga berbasis buku efektif dalam mendukung penguatan resiliensi anak sejak usia dini.