Ahmad Mu’is
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Al-Qur'an sebagai Sumber Utama Hukum Islam dalam Perspektif Kontemporer Bagas Adi Saputra; Ahmad Mu’is; Muhammad Irsal Aqiqy; Ahmad Mahabatan Ahsani; Irfan Nawawi
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v10i1.10108

Abstract

Al-Qur'an merupakan sumber utama hukum Islam yang menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Al-Qur'an sebagai sumber utama hukum Islam dalam menghadapi berbagai tantangan di era kontemporer. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tematik terhadap ayat-ayat hukum yang relevan. Penelitian ini juga mengeksplorasi metodologi penafsiran Al-Qur'an yang adaptif terhadap konteks zaman, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memiliki fleksibilitas untuk menjawab berbagai isu modern, seperti hak asasi manusia, keadilan gender, dan keberlanjutan lingkungan. Namun, hal ini memerlukan pemahaman yang mendalam dan pendekatan interpretatif yang responsif terhadap dinamika sosial. Kesimpulannya, Al-Qur'an tetap relevan sebagai sumber hukum utama dalam Islam, dengan syarat penginterpretasiannya dilakukan secara kontekstual dan inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian hukum Islam dalam menjawab kebutuhan masyarakat kontemporer
Kontribusi Ikhtilaf serta Penerapannya pada Masyarakat Arya Bagus Setiawan; Ahmad Mu’is; Muhammad Miftakhul Munir; Muhamad Havidz Davala
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v10i1.10107

Abstract

This study aims to identify and understand the meaning of ikhtilaf, its types, the causes of its emergence, and its implications for society. This study is a qualitative study, the data source is through library research. The data analysis uses thematic analysis methods, descriptive as a stage of studying texts, messages, instructions or information from primary and secondary sources, then confirmed by one source with another holistically towards a general conclusion. The results of this study indicate that the application of ikhtilaf in society, especially in countries with plural populations, requires an attitude of mutual respect and tolerance. In this context, ikhtilaf can be a means to create a diversity of productive thoughts, as long as it is accompanied by the principles of ukhuwah (brotherhood) and good adab (ethics). A society that is able to understand and accept ikhtilaf will be more open to dialogue, encourage understanding in differences, and maintain social harmony. Therefore, the application of ikhtilaf in society not only has the potential to enrich collective insight, but also strengthen social cohesion based on the principles of justice, mutual understanding, and unity in diversity.