Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mobile di Kabupaten Karawang Eka Setiawati
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 1 No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia merupakan salah satu indikator pemantau pencapaian pembangunan manusia di suatu wilayah, yang variable-variabelnya terdiri dari Indeks Pendidikan, Indeks Kesehatan dan Indeks Daya Beli. Rata-rata Lama sekolah adalah salah satu dari 2 sub variabel yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini karena menjadi faktor penghambat meningkatnya Indeks Pendidikan yang saat ini masih berada di level “sedang”. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Oleh karena itu, quick win peningkatan RLS diprioritaskan pada usia tersebut, yang setelah dipelajari karakteristik mental dan fisiknya, maka sasaran dipersempit lagi dengan kelompok usia 25-40 tahun. Dengan jumlah 53 unit PKBM diseluruh Kabupaten Karawang atau rata-rata 1-2 PKBM dalam satu kecamatan, dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan partisipasi pendidikan kesetaraan masih rendah karena terkendala jarak. namun demikian, Kabupaten lain di Jawa Barat yang memiliki PKBM dalam jumlah banyak juga tidak berbanding lurus dengan capaian RLS nya. Untuk itu perlu inovasi yang  menghubungkan ketersediaan sarana prasarana  dengan karakteristik fisik dan mental manusia usia 25-40 tahun. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan RLS adalah melalui PKBM Mobile (sekolah yang mendekati siswa belajar), sehingga cakupan layanan pendidikan kesetaraan menjadi lebih luas, tanpa harus menambah jumlah PKBM baru.
Perkembangan Sektor Ekonomi di Kabupaten Karawang dalam Perspektif Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ) Arini Ratnasari; Eka Setiawati; Dwi Sukamto
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 1 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perekonomian dapat menjadi salah satu indikator dalam keberhasilan pembangunan suatu daerah. Untuk mengukur sejauh mana kinerja perekonomian Kabupaten Karawang digunakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karawang. Agar perekonomian berkembang dengan pesat pembangunan perlu difokuskan pada sektor basis dan prospektif yang ada di Kabupaten Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis dan prospektif yang ada di Kabupaten Karawang menggunakan data time series PDRB periode 2010-2022. Metode yang digunakan yaitu Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Berdasarkan hasil penelitian, sektor basis dan prospektif Kabupaten Karawang adalah sektor Industri Pengolahan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.
PAMALI (PAKET MAKAN LANSIA):Alternatif implementasi KARAWANG NYAAH KA KOLOT Eka Setiawati
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program “KARAWANG NYAAH KA KOLOT” merupakan derivasi dari program “JABAR NYAAH KA INDUNG” yang diluncurkan oleh Bupati Karawang sebagai bentuk kepedulian aparatur sipil negara (ASN) terhadap lanjut usia (lansia). Di tengah meningkatnya angka harapan hidup di Kabupaten Karawang yang berimplikasi pada bertambahnya jumlah lansia, muncul kebutuhan untuk merancang intervensi sosial yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berkeadilan. Policy brief ini bertujuan mengusulkan alternatif aktivitas dari program tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan mendasar lansia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari data BPS dan kebijakan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan fisiologis seperti pangan menjadi prioritas utama bagi lansia, terutama yang tergolong tidak potensial dan rentan secara sosial ekonomi. Dalam implementasinya, diusulkan aktivitas PAMALI (Paket Makan Lansia) yaitu pemberian makan gratis harian kepada lansia rentan usia 75 tahun ke atas. Dengan potensi donasi dari 8.004 ASN PNS kurang lebih Rp. 889,750,000 per bulan, program ini dapat menjangkau 1.854 lansia rentan di 309 desa/kelurahan. Di samping itu, PAMALI dapat menggerakkan perekonomian khususnya sektor makanan dan minuman yang besar. Berdampak langsung pada penambahan omset KUKM (warung nasi, kemasan makanan, LPG), serta peningkatan pendapatan petani dan nelayan. Kesimpulannya, PAMALI direkomendasikan sebagai strategi pro growth dan pro poor yang dapat membantu pelaku usaha kecil, menciptakan lapangan kerja informal dan memberikan gizi kepada lansia