Program “KARAWANG NYAAH KA KOLOT” merupakan derivasi dari program “JABAR NYAAH KA INDUNG” yang diluncurkan oleh Bupati Karawang sebagai bentuk kepedulian aparatur sipil negara (ASN) terhadap lanjut usia (lansia). Di tengah meningkatnya angka harapan hidup di Kabupaten Karawang yang berimplikasi pada bertambahnya jumlah lansia, muncul kebutuhan untuk merancang intervensi sosial yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berkeadilan. Policy brief ini bertujuan mengusulkan alternatif aktivitas dari program tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan mendasar lansia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari data BPS dan kebijakan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan fisiologis seperti pangan menjadi prioritas utama bagi lansia, terutama yang tergolong tidak potensial dan rentan secara sosial ekonomi. Dalam implementasinya, diusulkan aktivitas PAMALI (Paket Makan Lansia) yaitu pemberian makan gratis harian kepada lansia rentan usia 75 tahun ke atas. Dengan potensi donasi dari 8.004 ASN PNS kurang lebih Rp. 889,750,000 per bulan, program ini dapat menjangkau 1.854 lansia rentan di 309 desa/kelurahan. Di samping itu, PAMALI dapat menggerakkan perekonomian khususnya sektor makanan dan minuman yang besar. Berdampak langsung pada penambahan omset KUKM (warung nasi, kemasan makanan, LPG), serta peningkatan pendapatan petani dan nelayan. Kesimpulannya, PAMALI direkomendasikan sebagai strategi pro growth dan pro poor yang dapat membantu pelaku usaha kecil, menciptakan lapangan kerja informal dan memberikan gizi kepada lansia
Copyrights © 2025