p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al Kayyis Tamaddun
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI RELIGIOUS CULTURE SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN AKHLAK DAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS 6 DI MI AL-AZIZIYAH BANGSAL MOJOKERTO Abdul Gofar
AL KAYYIS Vol 7 No 1 (2024): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/0aqthr94

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam proses pembentukan karakter siswa, terutama ketika terjadi krisis moral generasi muda saat ini. Sebuah solusi yang bisa diterapkan yaitu dengan pelaksanaan religious culture. Religious culture bermakna pembiasaan berbagai nilai religius guna memunculkan akhlak mulia siswa. MI Al-Aziziyah Bangsal Mojokerto telah menerapkan strategi ini guna membekali siswa dengan kebiasaan positif dan karakter yang kuat. Pendekatan kualitatif deskriptif dijadikan sebagai metode penelitian dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Observasi dilakukan untuk melihat langsung implementasi religious culture dan wawancara dengan kepala sekolah untuk menggali informasi lebih mendalam. Seluruh perolehan data dianalisis dengan model interaktif menurut Miles & Huberman. MI Al-Aziziyah Bangsal Mojokerto menerapkan religious culture sebagai upaya membentuk karakter siswa melalui berbagai kegiatan, mencakup salat dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an, doa bersama, istighotsah, tahlil, hingga kultum. Program ini bukan sekadar rutinitas, namun ditanamkan menjadi pembiasaan agar nilai religius dapat melekat dalam ke keseharian siswa. Kepala sekolah menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan bukan hanya berasal dari kecerdasan intelektual, melainkan dari akhlak yang baik. Penerapan religious culture ini sejalan dengan teori pendidikan Islam yang mencakup ta’lim, ta’dib, dan tarbiyah yang menekankan pembelajaran ilmu, pembiasaan perilaku, serta pembinaan moral dan emosional.
Inovasi Kelas Akhlak : Merekam Peran Diskusi dan Game Edukatif dalam Pembelajaran yang Bermakna Kelas VI di MI Darul Falah Sumberwono Bangsal Abdul Gofar; Himmatul Aliyah
AL KAYYIS Vol 6 No 2 (2023): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/sk298795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa dalam belajar Akidah Akhlak dengan menerapkan metode diskusi dan game edukatif kepada siswa kelas VI MI Darul Falah Sumberwono Bangsal . Latar belakangnya berasal dari masalah kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran karena metode yang digunakan masih monoton, yaitu berupa ceramah dan pengerjaan tugas di LKS. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu penerapan metode diskusi dan penerapan game edukatif. Data dikumpulkan dengan cara mengamati, melakukan wawancara, dan mencatat dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk melihat perubahan dalam tingkah laku belajar, keaktifan, dan respons siswa terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi dan permainan edukatif mampu membuat suasana belajar lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Dengan metode diskusi, siswa lebih aktif berbicara, bekerjasama, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta reflektif terhadap nilai-nilai akhlak. Sementara itu, permainan edukatif membuat siswa lebih antusias, termotivasi, dan mudah memahami materi karena pembelajaran terasa menyenangkan dan kompetitif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa pembelajaran dengan pendekatan permainan lebih menarik dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, kombinasi metode diskusi dan game edukatif berdampak positif dalam meningkatkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Akidah Akhlak serta mendukung pembelajaran yang berfokus pada penguatan karakter peserta didik.
REKONSTRUKSI KONSEP MASLAHAH MURSALAH SEBAGAI BASIS IJTIHAD KONTEMPORER DALAM MENJAWAB TANTANGAN MODERNITAS Abdul Gofar; Siti Amina; Nisrina Fajrin
Tamaddun Vol. 10 No. 1 (2025): Tamaddun
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/f1hyrg84

Abstract

This study examines the strategic role of maslahah mursalah in contemporary ijtihād amid the complexities of modernity. Using a qualitative library-based approach, it explores the relevance of maslahah to emerging issues such as technology, human rights, and environmental challenges. The findings show that maslahah mursalah serves not only as a legal tool but also as an ethical framework aligned with maqāṣid al-sharīʿah, enabling Islamic law to respond adaptively to social change.
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN SHOLAT DHUHA DALAM MEMBENTUK AKHLAK PESERTA DIDIK DI MI DARUL FALAH BANGSAL MOJOKERTO Abdul Gofar; Ainia Fatikasari
AL KAYYIS Vol 8 No 2 (2025): Oktober - Maret
Publisher : Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/d8x7xb72

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the habituation of Dhuha prayer in shaping the character of students at Madrasah Ibtidaiyah Darul Falah Bangsal Mojokerto. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with the principal, teachers, and the school environment serving as the main sources of information. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the habituation of Dhuha prayer is implemented systematically through the stages of preparation, implementation, mentoring, and supervision. Teachers play an important role as guides, supervisors, motivators, and role models in developing students’ consistency. The habituation of Dhuha prayer functions not only as a religious activity but also as a medium for internalizing moral values through repetition, exemplary behavior, guidance, and supervision. The character traits developed include discipline, responsibility, obedience in worship, orderliness, politeness, religious attitudes, and concern for the surrounding environment. Supporting factors for the implementation of the program include the commitment of the madrasah, teacher involvement, the availability of facilities and infrastructure, program consistency, and family support. Meanwhile, inhibiting factors include differences in students’ levels of awareness and discipline, tardiness, lack of seriousness, and certain conditions that may disrupt the implementation of the activity. This study demonstrates that the habituation of Dhuha prayer can serve as an effective strategy for character education when implemented consistently and integrated with exemplary behavior and behavioral guidance in students’ daily lives.