p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Komponen Senyawa Kimia Uji Bioaktivitas Dan Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etil Asetat Daun Pegagan (Centella asiatica L.) Yohanes Keban; I Gusti Ngurah Made Budiana; Jasman Jasman
Media Sains Vol. 25 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/6yg5pd19

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi komponen senyawa kimia, uji bioaktivitas dan aktivitas tabir surya eksrak etil asetat daun pegagan (Centella asiatica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak daun pegagan, menguji bioaktivitas ekstrak daun pegagan terhadap Artemia salina Leach dan menguji aktivitas tabir surya. Ekstraksi dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat, kemudian dilakukan evaporasi untuk memperoleh ekstrak bebas pelarut. Ekstrak bebas pelarut yang diperoleh digunakan untuk identifikasi komponen senyawa kimia, uji bioaktivitas yang dilihat dari nilai LC50 dan aktivitas tabir surya yang dapat dilihat dari nilai Sun Protection Faktor (SPF). Nilai LC50 ditentukan dengan variasi konsentrasi zat yang menyebabkan kematian 50% hewan uji, sedangkan nilai SPF ditentukan dengan mengukur absorbansi ekstrak dalam beberapa variasi konsentrasi menggunakan spektroskopi UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat daun pegagan (Centella asiatica L.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder golongan flavanoid, tanin, dan saponin. Dan untuk nilai LC50 yang didapat sebesar 4957<500 ppm yang dapat dikatakan bahwa ekstrak bersifat tidak toksik yang artinya, fraksi etil asetat daun pegagan tidak dikategorikan sebagai anti kanker. Sedangkan hasil uji aktivitas tabir surya diperoleh nilai SPF pada konsentrasi 10 ppm yaitu 8,61 dikategorikan sebagai (proteksi ekstra), konsentrasi 20 ppm dan 30 ppm memiliki nilai SPF 9,33 dan 9,85 dikategorikan sebagai (proteksi maksimal), konsentrasi 40 ppm dan 50 ppm memilki nilai SPF 10,28 dan 10,70 juga dikategorikan sebagai (proteksi maksimal) sedangkan pada konsentrasi 200 ppm memiliki nilai SPF sebesar 32,32 dan dikategorikan sebagai(proteksi ultra).
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Tabir Surya dan Antibakteri Penyebab Jerawat Deber Bees; I Gusti Ngurah Made Budiana
Media Sains Vol. 25 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/9v3h2j29

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) sebagai tabir surya dan antibakteri penyebab jerawat. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu preparasi sampel, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, uji aktivitas tabir surya, dan uji aktivitas antibakteri. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitin ini adalah metode maserasi dengan pelarut etanol, kemudian dievaporasi untuk memperoleh ekstrak pekat. Ekstrak pekat yang diperoleh berwarna hijau kecoklatan dengan kadar rendemen 8,16%. Ekstrak pekat yang diperoleh kemudian diidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dengan metode skrining fitokimia. Aktivitas tabir surya ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, dan aktivitas antibakteri ditentukan menggunakan metode difusi cakram. Hasil skrining fitokimia menunjukan pada ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terkandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil uji aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) menunjukan nilai Sun Protection Factor (SPF) pada konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm secara berturut- turut adalah 2,72; 3,11; 5,86; 7,63; dan 10,04. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukan nilai diameter zona hambat pada konsentrasi 12,5 ppm, 25 ppm, 50 ppm, dan 100 ppm secara berturut-turut adalah 8,5 mm; 9,4 mm; 10,3 mm; dan 11,5 mm.